SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dishub Amankan 15 Jukir Ilegal

  • Reporter:
  • Rabu, 9 Januari 2019 | 15:14
  • Dibaca : 104 kali
Dishub Amankan 15 Jukir Ilegal
Petugas Ditreskrimum Polda Kepri menggiring dua pelaku pungli parkir di Jembatan Barelang (pakai masker) untuk dilimpahkan ke PPNS Dishub Batam, Senin (7/1). f arrazy aditya

BATAM KOTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam terus melakukan penertiban juru parkir ilegal untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat. Sejak September 2018 lalu, sudah ada 15 jukir ilegal yang diamankan oleh petugas.

Kepala Dishub Kota Batam Rustam Efendi mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan upaya peningkatan sistem pengelolaan parkir di Kota Batam. Dari sekitar 620 titik parkir yang ada, baru 450 titik yang sudah dikelola.

“Penertiban jukir terus kami lakukan. Kalau ada yang memang tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada, pasti kami amankan,” kata Rustam, Selasa (8/1).

Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir, jam operasional jukir dibatasi hingga pukul 22.00. Namun kenyataannya masih ada yang memungut uang parkir di atas jam yang telah ditentukan.

Kemudian, ia juga menegaskan untuk karcis sisa tahun 2018 hanya berlaku sampai sampai Januari 2019. Selanjutnya jika ada jukir yang memberikan karcis kedaluarsa atau sebelum tahun 2018 maka sudah dipastikan ilegal. Hal ini dikarenakan Dishub selalu mencetak karcis parkir terbaru.

“Apalagi kalau ada karcis yang tahun 2012 sudah pasti ilegal itu. Karena kami selalu mengeluarkan karcis yang baru,” katanya.

Terkait dengan dua jukir di Jembatan Barelang yang diamankan oleh Polda Kepri, ditegaskan Rustam bahwa untuk kawasan Jembatan Barelang sampai saat ini belum termasuk titik parkir yang dikelola Pemko Batam. Sehinga dipastikannya pungutan parkir di kawasan tersebut ilegal.

“Kemarin dua orang jukir memang diserahkan ke Dishub. Tapi saya belum dapat laporan dari PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil), sepertinya masih diperiksa,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dua pemuda yang melakukan pungutan liar (pungli) parkir di Jembatan Barelang ditangkap aparat Ditreskrimum Polda Kepri Minggu (6/1) sekira pukul 16.30. Keduanya ditangkap saat melakukan pungli parkir di Jembatan I Barelang.

Keduanya yakni OLS dan YS yang merupakan warga Jembatan II. Mereka ditangkap berdasarkan dari laporan masyarakat dan wisatawan karena dikenakan parkir Rp5 ribu sampai Rp10 ribu.

“Keduanya melanggar Perda Kota Batam Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Restribusi Parkir,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga didampingi Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ari Darmanto, Senin (7/1).

Berdasarkan laporan masyarakat, sambung Erlangga, petugas melakukan penyelidikan di lapangan. Hasilnya, keduanya menarik uang parkir kepada pengendara di Jembatan I Barelang dan memberikan karcis parkir. Setelah dikroscek, karcis parkir yang digunakan ilegal dan tak pernah diterbitkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

“Ada uang tunai Rp 445 ribu yang dihasilkan dari parkir pada hari itu dan ada juga karcis parkir ilegal,” ujarnya.

Setelah diamankan di Mapolda Kepri selama satu hari, keduanya lalu diserahkan ke Dishub Kota Batam untuk proses selanjutnya. ahmad rohmadi/dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com