SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Dua Investor China Lirik Pariwisata Batam

  • Reporter:
  • Kamis, 15 November 2018 | 08:37
  • Dibaca : 147 kali
Dua Investor China Lirik Pariwisata Batam
Ilustrasi foto TEGUH PRIHATNA

BATAM – Sektor pariwisata di Batam mulai banyak dilirik perusahaan-perusahaan penanaman modal asing (PMA). Yang terbaru, dua investor China akan mengucurkan dana USD10 juta atau sekitar Rp1,5 triliun untuk membangun kawasan pariwisata di kawasan Tanjungpiayu.

Dua PMA dari China itu adalah PT Damai Indopertama Sukses dan PT China Railway Engineering yang merupakan kontraktor proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. China Railway Engineering Indonesia tercatat anak usaha China Railway Engineering Corporation, perusahaan kereta api milik pemerintah China.

Mereka mengucurkan investasi USD10 juta untuk membangun proyek di Tanjungpiayu yang akan dimulai 2019. Mereka sepakat menjalin kerjasama membangun kawasan pariwisata di atas lahan 400 hektare. Keindahan alam Batam menjadi salah satu alasan kedua PMA tersebut investasi di Batam.

President Director PT Damai Indopertama Sukses, Li Guang Jin mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan seluruh perizinan untuk bisa segera merealisasikan rencana investasi tersebut. Letak Batam yang strategis dan potensi alamnya yang indah menjadi salah satu dasar pihaknya tertarik untuk berinvestasi. Pihaknya juga berharap pemerintah bisa memberikan dukungan dan mempermudah perizinan.

“Kami memiliki banyak proyek di Indonesia. Karena itu kami juga ingin membangun usaha di Batam,” kata Li Guang usai menandatangani kerjasama dengan PT China Railway Engineering Indonesia di Radisson Golf & Convention Center Batam, Rabu (14/11).

Li menargetkan dalam enam bulan ke depan proyek Batam Damai Eco City tersebut bisa mulai kontruksi pembangunan. Itu sebabnya pihaknya berharap proyek di sektor pariwisata tersebut mendapat dukungan dari semua pihak, tidak hanya pemerintah tapi juga semua pihak terkait termasuk juga seluruh elemen masyarakat.

Pihaknya juga berkomitmen menjadikan perusahaan yang dapat menyediakan kebutuhan pariwisata yang dalam prosesnya dapat mendidik, Memberikan informasi, membantu masyarakat lokal maupun mancanegara untuk belajar mencintai alam serta turut serta dalam melestarikan Lingkungan Hidup di Kota Batam agar kesejahteraan masyarakat sekitar dapat di tingkatkan.

“Investasi ini kita harapkan juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Batam. Tentunya juga dapat membuka lapangan kerja dan mensejahterakan masyarakat Batam,” jelasnya.

Kerjasama bisnis yang dilakukan dengan PT China Railway Engineering Indonesia sendiri salah satunya adalah dalam hal pembiayaan. Sebab, PT China Railway Engineering Indonesia merupakan salah satu badan usaha milik negera (BUMN) yang juga proyeknya banyak tersebar di Indonesia.

“Target kita enam bulan ke depan bisa mulai membangun dan merealisasi investasi ini. Saat ini kita sedang mempersiapkan semuanya,” jelasnya.

President Director PT China Railway Engineering Indonesia Meng Jiwei mengatakan pihaknya sebelumnya sudah beberapa kali datang ke Batam untuk melihat potensi pariwisata di Batam. Keindahan alam yang dimiliki Batam, dinilai menjadi dasar pihaknya untuk tertarik menjalin kerjasama dengan PT Damai Indopertama Sukses membangun kawasan pariwisata baru, yang nantinya tentu diharapkan menjadi salah satu destinasi pariwisata Batam.

Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan pihaknya tersebut sebagai langkah awal untuk segera merealisasikan rencana investasi tersebut. Selain menyelesaikan perizinan yang harus dipatuhi PMA, pihaknya juga akan memulai membahas modul dan sistem pembiayaan seperti apa yang harus dilakukan untuk menggesa proyek tersebut.

“Intinya hari ini adalah langkah awal. Target kita memang enam bulan, mudah-mudahan segala prosedur dan aturan bisa kita jalankan sebelum memulai kontruksi,” kata Meng Jiwei.

Meng Jiwei juga menjelaskan selain di Batam, pihaknya saat ini juga tengah mengerjakan sejumlah proyek di Indonesia. Salah satunya adalah proyek kereta cepat Jakarta – Bandung, kemudian juga ada beberapa proyek di Jakarta. Sehingga pengalaman yang dimilikinya tersebut diharapkan bisa diterapkan untuk pembanguan proyek di Batam.

Pariwisata Sumbang Investasi Rp4,9 T di Batam
Sektor pariwisata menjadi harapan baru untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Batam. Nilai investasi yang bergerak di sektor pariwisata berdasarkan alokasi lahan sampai triwulan III/2018 yang sudah disetujui Badan Pengusahaan (BP) Batam, tercatat sekitar Rp4,9 triliun. Total nilai investasinya terbesar jika dibandingkan dengan industri lainnya.

“Total nilai investasi berdasarkan alokasi lahan yang kita berikaan jumlahnya sekitar Rp7 triliun. Sektor pariwisata memang yang terbesar yakni Rp4,9 triliun yang tersebar beberapa wilayah Batam seperti Nongsa, Patam dan Marina,” kata Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwianto Eko Winaryo, Rabu (14/11).

Kemudian, untuk yang bergerak di bidang jasa nilai investasinya Rp1,3 triliun sebagian besar di Batam Centre, kemudian industri Rp432 miliar yang tersebar di Kabil, Tanjunguncang dan Sagulung, perumahan Rp342 miliar yang lokasinya tersebar di wilayah Batam dan pendidikan Rp15 miliar di wilayah Batam Center. Proyek-proyek tersebut sebagian besar jangka panjang 4-5 tahun ke depan.

“Untuk pariwisata kenapa nilainya beda dengan yang saya sebutkan minggu lalu, karena kemarin itu baru yang investasi jangka pendek, kalau sekarang ini sebagian ada investasi dalam jangaka panjang,” katanya.

Persoalan lahan tersebut diakuinya menjadi salah satu perhatian utama BP Batam. Karena itu pihaknya juga mendorong komitmen para pelaku usaha untuk bisa merealisasikan rencana investasinya. Pemberian alokasi lahan kepada pengusaha tersebut sebagian merupakan alokasi baru dan sebagian lagi adalah alokasi lahan yang belum dibangun oleh penerima alokasi lahan.

Sebelumnya, Dwianto juga menjelaskan pemberikan alokasi lahan kepada para investor tersebut dijelaskan melalui proses yang panjang. Setiap pelaku usaha yang sudah mendapatkan alokasi lahan sebelumnya ataupun alokasi yang baru wajib menyampaikan rencana bisnis plannya kepada BP Batam. Termasuk juga kekuatan modal yang dimilikinya.

Dalam penyampaian rencana bisnisnya sendiri menurut dia juga harus disampaikan secara jelas, mulai dari bidang usahanya, lama pembangunannya dan hal-hal lainnya. Kemudian dari pihaknya sendiri menurut dia tidak hanya melibatkan Kantor Lahan saja, tapi juga unit-unit lainnya. Seperti Biro Perencanaan dan Teknik, Biro Hukum, Biro Keuangan dan juga Satuan Pemeriksa Internal (SPI) BP Batam.

“Jadi sebelum saya bawa ke rapat pimpinan (rapim) dan disetujui Kepala BP Batam. Investor ini menyampaikan master plan kepada kami dulu,” katanya.

Selain itu pihaknya mengaku juga terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk mengurus izin-izin lahannya. Diantaranya seperti halnya izin peralihan hak (IPH). masyarakat saat ini dinilai sudah dipermudah, selain syarat yang sudah dipangkas, lama prosesnya juga dipercepat menjadi dua sampai tiga hari selesai.

“Jadi masyarakat sudah merasakan dalam mengurus IPH tidak sesulit seperti dua atau tiga tahun lalu,” katanya. Untuk jumlah IPH yang masuk sendiri sekitar 12.300 berkas, dari jumlah tersebut ada sekitar 11.200 berkas yang sudah selesai. Kemudian untuk sisasnya masih ada yang dalam proses verifikasi, menunggu pembayaran faktur ada juga sebagian yang dibatalkan. Pihaknya menilai pelayanan IPH sendiri dalam satu terakhir dinilai sudah tidak menjadi kendala. Sehingga dengan dimikian tentu diharapkan bisa mendorong pendapatan asli daerah di Pemko Batam. ahmad romadi

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com