SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Eks Bupati dan Ketua Dewan Natuna Jadi Tersangka

Eks Bupati dan Ketua Dewan Natuna Jadi Tersangka
Kajati Kepri Yunan Harjaka (dua kiri) memberi keterangan pers tentang penetapan lima tersangka kasus korupsi tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Natuna di Kantor Kejati Kepri, Tanjungpinang, Senin (31/7).

PINANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Natuna periode 2011-2015. Kasus ini merugikan negara hingga Rp7,7 milar.

Kelima tersangka adalah mantan Bupati Natuna Raja Amirullah dan Ilyas Sabli, mantan Ketua DPRD Natuna Hadi Candra, mantan Sekretaris Dewan Makmur dan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna Syamsurizon.

Kepala Kejati Kepri Yunan Harjaka mengatakan, para tersangka sejak tahun 2011 sampai 2015 telah memberikan tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD Natuna yang bersumber dari APBD Natuna.

Untuk Ketua DPRD sebesar Rp14 juta per bulan, Wakil Ketua DPRD Rp13 juta dan anggota DPRD sebesar Rp12 juta per bulan.

“Kelima tersangka sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kerugian negara dari pemberian tunjangan perumahan tersebut sebesar Rp7,7 miliar,” ujar Yunan saat jumpa pers di Kantor Kejati Kepri, Senggarang, Tanjunpinang, Jumat (31/7).

Ia mengatakan, pemberian tunjangan perumahan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Natuna Nomor 12 Tahun 2011 tanggal 4 Januari 2011 yang ditandatangani Raja Amirullah, SK Bupati Natuna Nomor 91 Tahun 2012 tanggal 5 Maret 2012, dan SK Bupati Natuna Nomor 16 Tahun 2013 tanggal 7 Januari 2013.

Selengkapnya baca KORAN SINDO BATAM

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com