SINDOBatam

Terbaru Metro+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gondol Aset Perusahaan, Haryanto Divonis 14 Bulan Penjara

  • Reporter:
  • Selasa, 11 April 2017 | 11:55
  • Dibaca : 268 kali
Gondol Aset Perusahaan, Haryanto Divonis 14 Bulan Penjara
Haryanto. Foto Aini Lestari.

BATAM KOTA – Haryanto dijatuhi hukuman 14 bulan penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Batam, Senin (10/4). Vonis tersebut dijatuhkan kepadanya setelah dia menggasak aset milik perusahaan berupa barang-barang yang ada di asrama.

Majelis hakim Zulkifli, Jasael dan Rozza El Afrika mempertimbangkan hal yang memberatkan dalam putusan tersebut yakni perbuatan terdakwa telah mengakibatkan kerugian bagi korban. Namun, sikap terdakwa yang sopan selama persidangan dan mengakui perbuatannya menjadi pertimbangan majelis hakim dalam hal yang meringankan.

“Menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun dan 2 bulan dikurangi sepenuhnya dengan masa penahanan yang telah dijalani,” kata Zulkifli selaku hakim ketua.

Putusan yang dijatuhkan majelis hakim tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhasaniati. Haryanto didakwa dengan pasal 363 ayat (1) KUHP setelah mencuri kompos gas dan beberapa barang lainnya di asrama, tempat dirinya bekerja.

Dalam dakwaan jaksa disebutkan, kejadian bermula ketika terdakwa yang bekerja di PT Berlian Abadi di Tanjunguncang, mendapat fasilitas asrama dari Fitrawati, pimpinan terdakwa. Namun, pada 7 Januari lalu sekira pukul 22.00 wib, terdakwa memutuskan pindah rumah ke Kampung Vietnam, Jembatan 5 Barelang.

Saat terdakwa menaikkan barang-barangnya ke dalam mobil pick up maka timbul niat untuk mengambil barang yang ada di asrama tersebut antara lain satu unit kompar gas, satu unit tabung gas, satu unit selang gas, satu unit TV merk LG 21 inci, satu unit kipas angin , satu unit kasur teko, satu unit travo las , satu unit bor tangan dan satu unit gerinda tangan. “Barang-barang itu dibawa ke daerah kampung Vietnam Jembatan 5 Barelang,” kata JPU Nurhasaniati dalam sidang sebelumnya.

Akibat perbuatan terdakwa tersebut, saksi Fitrawati mengalami kerugian sebesar Rp8 juta. Dakwaan ini diperkuat dengan keterangan para saksi di persidangan. Terdakwa yang duduk di kursi pesakitan hanya bisa mengangguk saat membenarkan semua dakwaan dan keterangan saksi.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com