SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Guru Cabul Simpan Video Porno

  • Reporter:
  • Selasa, 10 September 2019 | 13:17
  • Dibaca : 1755 kali
Guru Cabul Simpan Video Porno
Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo menginterogasi Su, oknum guru cabul saat ekspos di Mapolresta Barelang, Senin (9/9). f dicky sigit rakasiwi

BATAMKOTA – Su alias Mul, oknum guru cabul yang melakukan pelecehan seksual dan pencabulan terhadap siswi SD Shabilla menyimpan sejumlah video porno di flashdisk miliknya. Flashdisk berisi video porno tersebut diamankan polisi dari tangan tersangka saat ditangkap, selain kalung yang dijadikan alat untuk melakukan hipnoterapi.

“Flashdisk itu isinya film porno semua,” kata Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo saat ekspos di Mapolresta Barelang, Senin (9/9).

Pria yang merupakan guru mata pelajaran olahraga ini diketahui sudah memiliki istri dan anak. Pengakuannya kepada polisi, Su memperdayai siswinya dengan hipnoterapi. Pelaku berkilah akan memberikan semangat positif dan semangat belajar pada korbannya apabila mengikuti hipnoterapi ini.

“Ada kalung yang dipakaikan pada calon korban dan korban saat hipnoterapi disuruh pejamkan mata. Pada saat itu pelaku beraksi,” ujarnya.

Kasus ini bermula dari laporan orangtua siswi SD Shabilla pada Kamis (5/9) anaknya jadi korban cabul. Dari laporan tersebut anggota bergerak cepat dan menangkap pelaku di Karimun Jumat, (6/9).

Hasil penyelidikan, ada 3 siswi yang menjadi korban. Para korban berusia 9 sampai 10 tahun. Pengakuan Su, ia melakukan aksi asusila tersebut baru sebulan terakhir. Dari beberapa siswi yang ikut, hanya 3 siswi yang dicabuli. “Para korban akan diberikan trauma healing,” kata Prasetyo.

Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan pasal 82 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2014 yang merupakan perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancamannya 6 tahun paling rendah dan paling lama 20 tahun,” ujarnya.

Stop Kasus Pelecehan Seksual Anak

DPRD Batam menyesalkan kejadian pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru salah satu sekolah swasta di Batam. Parahnya lagi pelecehan tersebut dilakukan di lingkungan sekolah.

Anggota DPRD Batam Udin P Sihaloho mengatakan, Pemko Batam harus turut memberikan perhatian terkait kejadian ini. Karena beberapa kali sudah terjadi, meskipun kali ini di lingkungan swasta, Dinas Pendidikan tidak boleh membiarkan begitu saja.

“Jangan sampai terjadi lagi ke depan kasus-kasus seperti ini. Kami tentu sangat menyesalkan,” ujarnya.

Sejak awal pihaknya sudah meminta Disdik Batam untuk tidak menomor duakan sekolah swasta. Sebab, dengan kejadian seperti ini yang tercoreng tak hanya sekadar sekolah yang bersangkutan, tapi juga dunia pendidikan di Kota Batam.

Dinas Pendidikan Batam juga harus membuat standar perekrutan guru, tak hanya tes secara akademiknya tapi juga psikotes juga harus dilakukan. Sehingga kepribadian guru sebelum diterima bisa dilihat, hal standarisasi ini yang belum dilakukan Disdik.

“Untuk di sebagian besar sekolah swasta memang lebih ketat, tapi setidaknya kita juga harus memiliki standarisasi dalam merekrut guru atau pendidik,” tegasnya.

Udin juga meminta kepada Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) untuk bisa memberikan pendampingan kepada para korban. Supaya anak-anak tersebut tidak trauma dan bisa tetap menempuh pendidikan sebagaimana anak-anak lainnya.

“Kami serahkan kasus ini ke penegak hukum. Kemudian, KPPAD diharapkan juga bisa memberikan konseling kepada korban,” katanya. dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com