SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Irigasi di Bintan Buyu Senilai Rp30 M

  • Reporter:
  • Rabu, 22 Maret 2017 | 10:34
  • Dibaca : 955 kali
Irigasi di Bintan Buyu Senilai Rp30 M

TELUK BINTAN – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) membangun daerah irigasi senilai Rp30 miliar di Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan. Program untuk mendukung produksi padi di persawahan Kelompok Tani Poyotomo dan Kelompok Tani Parit Bugis.

Pembangunan meliputi rehabilitasi dan pengerukan waduk Bintan Enau seluas 471 hektare (ha), juga pembangunan saluran irigasi menuju persawahan padi dengan panjang puluhan kilometer menghubungkan waduk dengan persawahan padi di Kampung Poyotomo dan Kampung Parit Bugis.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bintan Juni Rianto mengatakan, pembangunan irigasi ini dilaksanakan dalam dua tahap menggunakan APBN 2016 dan 2017. Tahun pertama pelaksana PT Bintanika Jaya dengan anggaran Rp11,7 miliar. Tahap kedua pelaksana PT Bahana Krida Nusantara (BKN) dengan anggaran Rp17,8 miliar.

“Proyek persawahan padi ini salah satu terobosan pemerintah pusat melalui SNVT (satuan kerja non vertikal tertentu) Pelaksanaan Jaringan Pemenfaatan Air Sumatera IV Provinsi Kepri. Memang digalakkan untuk mendukung ketahanan pangan. Apalagi kita berada di daerah perbatasan dengan negara tetangga,” ujar Juni di Bandar Seri Bentan, Selasa (21/3).

Pada tahun ini, kata dia, merehabilitasi lanjutan dengan lama pengerjaan 270 hari kalender dengan kontrak kerja sejak 27 Januari 2017. Proyek dari pemerintah pusat itu dikerjakan oleh PT BKN dengan konsultan dari CV Wirantan Bahana Raya.

Menurut Plt Sekda Bintan Adi Prihantara, pembangunan dengan biaya puluhan miliar rupiah itu menjadikan Bintan Buyu sebagai daerah penghasil padi terbesar di Kepri. “Pemerintah mendukung pengembangan tanaman padi diwilayah Bintan terutama di Bintan Buyu ini,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi proyek, terlihat enam alat berat tengah bekerja mengeruk tanah membuat waduk air untuk dialirkan ke persawahan warga. Selain itu, parit di sekitar persawahan untuk mengaliri air dibuat menggunakan beton masih dalam tahap pengecoran oleh pekerja.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com