SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Jokowi Persilakan Pihak yang Mau Gugat UU Pemilu ke MK

  • Reporter:
  • Jumat, 21 Juli 2017 | 19:44
  • Dibaca : 413 kali
Jokowi Persilakan Pihak yang Mau Gugat UU Pemilu ke MK
Presiden Joko Widodo. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan menghormati keputusan Rapat Paripurna DPR yang mengesahkan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilu.

Keputusan Rapat Paripurna DPR bukan tanpa perlawanan, sejumlah pihak yang menolak penerapan presidential threshold berencana mengajukan gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Menyikapi hal itu, Presiden Jokowi menegaskan menghormati pihak yang akan menggugat UU Penyelenggaraan Pemilu ke MK.

‎”Sudah diputuskan di DPR, ingin menempuh jalur di MK ya dipersilakan,” ujar Jokowi di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/7/2017).

Dalam iklim demokrasi, semua pihak berhak mengajukan proses hukum atau mengajukan gugatan jika kebijakan dianggap kurang pas.

“Memang itu ada mekanismenya,” tutur mantan Wali Kota Solo itu.

Sementara Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra khawatir Presiden Jokowi tidak memahami permainan partai politik (parpol) pendukung presidential threshold 20%- 25%.

Adapun mereka yang memperjuangkan presidential threshold 20% kursi DPR dan 25% perolehan suara sah nasional adalah parpol pendukung pemerintah, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Yusril yakin presidential threshold 20%-25% bukan kepentingan Jokowi, melainkan kepentingan partai pendukung Jokowi. “Kalau itu yang diputuskan DPR malam tadi dan UU Pemilu disahkan, yang punya kepentingan siapa? Jokowi atau partai-partai itu?” ujar Yusril dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/7/2017).

Menurut Yusril, parpol pendukung presidential threshold tidak punya kepentingan apapun dengan Jokowi. “Tapi nanti Jokowi yang berkepentingan dengan mereka agar dapat dukungan presidential threshold 20 persen,” ungkapnya.

Dia menambahkan, nantinya Jokowi harus sepakat atau deal dengan harga tinggi dengan partai-partai itu. Yusril mengatakan, andaikata baru dapat 17% dukungan, Jokowi harus deal lagi dengan partai kecil yang punya suara 3% kursi di DPR.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com