SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kasus Pengeroyokan di Simpang Dam, Midi Diancam akan Dibunuh

Kasus Pengeroyokan di Simpang Dam, Midi Diancam akan Dibunuh
Kasus Pengeroyokan di Simpang Dam, Midi Diancam akan Dibunuh. Foto Tommy Purniawan.

BATAM KOTA – Perburuan polisi terhadap Midi, otak pengeroyokan dan perusakan mobil di Simpang Dam, Mukakuning pada Rabu (22/6) lalu membuahkan hasil. Pria itu berhasil diringkus pada Sabtu (1/7) lalu.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya mengatakan Midi ditangkap di kawasan Seibeduk tanpa perlawanan. “Dia sudah diamankan di Polresta Barelang dan masih menjalani penyelidikan,” kata Agung, Minggu (2/7).

Menurutnya, insiden penyerangan dan perusakan yang menjadi atensi polisi ini rencananya akan diekspos pada hari ini.

Sementara itu, Midi mengungkapkan penyesalannya telah merusak mobil dan menyerang sejumlah orang bersama anak buahnya. Namun dia mengaku hal itu dilakukannya lantaran tak terima istrinya diselingkuhi oleh Hs, anggota sebuah ormas.

Selain itu dia mendapat informasi dari anaknya bahwa dia serta keluarganya juga diancam akan dibunuh. “Siapa yang tak naik pitam mendengar ancaman kalau saya sekeluarga akan dibunuh,” ujarnya.

Setelah mendapat laporan dari anaknya itu, sambung Midi, ia mendatangi kediaman Hs di Bengkong untuk mempertanyakan hal tersebut. Sesampainya di Bengkong, dia tak menemukan Hs dan kembali menuju Simpang Dam.

Dalam perjalanan, dia mendapat kabar kalau Hs bersama belasan temannya datang untuk menyerang Kampung Aceh. “Saat sampai Simpang Dam saya lihat mereka ramai sekali, lalu saya datang menemui Hs dan teman-temannya,” katanya.

Lantaran sudah emosi, secara spontan, Midi menyerang Hs dan teman-temannya. “Saat itu Hs melarikan diri, sedangkan teman-temannya yang ada didalam mobil menjadi amukan teman saya yang kesal,” ujarnya.

Dia menegaskan peristiwa ini ada sebab akibatnya. Siapa saja pasti akan marah kalau istri diselingkuhi dan juga akan diancam dibunuh sekeluarga. “Saya menyesali perbuatan saya, tetapi kita juga akan berupaya melakukan perdamaian dengan korban,” katanya.

Peristiwa berdarah yang terjadi pada pekan lalu itu sempat membuat suasana Simpang Dam, Mukakuning. Belasan orang bersenjata tajam dan kayu merusak sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam BP 1380 FE.

Dalam insiden tersebut, setidaknya ada tiga orang mengalami luka dan dua diantaranya terkena bacokan di bagian kepala. Pelaku perusakan dan pengeroyokan diduga orang-orang suruhan Md.

Saat itu, polisi langsung menerjunkan anggota dan menyisir lokasi memburu para pelaku. Sementara mobil Avanza tersebut rusak cukup parah dan di dalamnya terlihat batu serta kayu berserakan.

“Ketiga korban sudah dibawa ke rumah sakit dan mobilnya kami amankan di Mapolresta Barelang,” kata AKP Rizani, Kapolsek Seibeduk.

Sementara, Saut (28), salah satu korban menuturkan dia bersama dua temannya, Alvis alias Coky (38) dan Renhart (43), masuk ke dalam mobil untuk melarikan diri. Namun nahas, belasan orang yang memburu mereka membabibuta merusak mobil dan mengeroyok ketiganya.

“Saya luka ringan dipukuli mereka, dua teman saya kena bacok pakai klewang,” ujarnya.

Peristiwa keributan ini diduga dipicu perselingkuhan oleh Hs, anggota sebuah ormas dengan istri Md. Pimpinan ormas, Udin bersama sejumlah kemudian datang ke Mapolsek Seibeduk.

“Karena Hs mendapat ancaman, makanya kami sarankan untuk datang ke markas di Bengkong,” ujarnya.

Namun, sambung Udin, Hs bukannya datang ke markas malah bersama 15 orang temannya menuju Kampung Aceh. Karena khawatir akan terjadi keributan, ia berkoordinasi dengan Kasat Binmas dan Polsek Seibeduk.

“Kami juga sayangkan kejadian ini, karena jika mereka mengikuti arahan kemungkinan tidak terjadi pengeroyokan dan perusakan mobil,” ujarnya.

Menurutnya, karena telah terjadi kasus pidana yang berawal dari perselingkuhan, maka dia memutuskan tidak mau ikut campur dengan masalah Hs dengan Md. “Kami serahkan masalah ini dengan kepolisian,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com