SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kasus Tewas Bendahara PUPRP Anambas Terbongkar, Asmawi Dibunuh Istri Siri

  • Reporter:
  • Sabtu, 26 Oktober 2019 | 10:11
  • Dibaca : 132 kali
Kasus Tewas Bendahara PUPRP Anambas Terbongkar, Asmawi Dibunuh Istri Siri
Kapolres Anambas AKBP Junoto menghadirkan tersangka dan barang bukti saat konferensi pers di halaman Mapolsek Siantan, Jumat (25/10). /JHON MUNTHE

ANAMBAS – Kasus tewasnya Bendahara Dinas Perkerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) Anambas, Asmawi (35) menemukan titik terang. Sebelumya diduga bunuh diri, ternyata dibunuh. Polisi berhasil mengungkapnya.

Kapolres Anambas AKBP Junoto mengatakan, dari hasil pra rekonstruksi untuk menguatkan pelaku adalah istri siri korban, HJ (20) yang nekat melakukan pembunuhan karena dilatarbelakangi motif dendam. Sebelum kejadian, keduanya sempat cekcok dan terjadi perkelahian sehingga saat itu korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Saat itulah pelaku mengambil tali ayunan anak mereka dan mencekik leher korban.

“Menurut pengakuan tersangka, mereka cekcok mulut yang akhirnya berkelahi. Saat itulah korban terjatuh dan tak sadarkan diri langsung dimanfaatkan oleh pelaku menjerat leher korban hingga meninggal,” kata Kapolres AKBP Junoto saat konferensi pers di halaman Mapolsek Siantan, Jumat (25/10).

Menurut Kapolres, pelaku selanjutnya mengangkat korban dan sempat mengelap bercak darah dan membuang kain itu ke jurang yang dekat indekos mereka. Selanjutnya pelaku memanggil saksi yang merupakan tetangga korban dan menyebutkan jika korban bunuh diri dengan cara gantung diri di dalam indekos.

“Dari hasil pra rekonstruksi, pelaku yang mengangkat korban dan mengikatkan lehernya, seolah-olah korban bunuh diri. Dari hasil pemeriksaan saksi mendengar ada teriakan dan keributan namun karena sudah sering terjadi mereka tidak mengindahkannya sampai pelaku yang memanggil saksi,” katanya.

Dalam pra rekonstruksi tersebut ada dua lokasi yakni simpang tak jauh dari indekos dan di dalam indekos. Sebelum kasus ini terungkap pihak kepolisian telah melakukan otopsi jenazah korban dan ditemukan ada bekas tanda penganiayaan.

“Hasil otopsi yang dilakukan memang ditemukan ada bekas tanda penganiayaan di punggung belakang korban. Untuk pelaku terancam hukuman 25 tahun atau 15 tahun penjara,” ujarnya.

Sebelumnya, warga dan pegawai Anambas dihebohkan penemuan mayat yang tergantung di kamar sewaannya di Kampung Baru, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Jumat (20/9) pagi. Ia tak lain adalah Asmawi, Bendahara Dinas PUPR Anambas.

Usai mengetahui apa yang terjadi, warga pun menginformasikan kepada pihak berwajib. Kemudian dilakukan identifikasi, dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa.

Keluarga dan teman-teman korban pun langsung menuju ke RSUD. Tidak hanya itu, Rombongan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas juga turut datang ke RSUD, dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, termasuk dari Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris didampingi Wakil Bupati Wan Zuhendra dan sejumlah Kepala OPD Anambas.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas PUPR Pemkab Anambas Khairul mengaku kaget mendapat kabar itu melalui stafnya. Sebab selama ini tidak pernah ada keluhan dan masalah dalam hal pekerjaan. “Tidak ada masalah selama ini kita dengar dari dia bahkan dari temannya satu ruangan. Saya sangat kaget mendegar kabar melalui telepon,” ujarnya.

Salah seorang pegawai Dinas PUPR Anambas, Leka yang juga kaget mendapat informasi dalam grup medsos adanya kabar bendahara PUPR gantung diri itu. Karena hal itu di luar dugaan mereka, sebab Asmawi yang sehari-hari dikenal tidak pernah mengeluh dan bermasalah. “Kami juga enggak menyangka jika hal itu terjadi. Selama ini kita tidak pernah mendengar ada masalah dengan dia maupun dengan staf lainnya. Kemarin masih ketemu dengannya, saat itu dia main game. Kami sangat kehilangan dia karena orangnya baik dan pendiam,” ujarnya.

jhon munthe

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com