SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kejati Tahan Mantan Bupati Natuna

  • Reporter:
  • Jumat, 14 September 2018 | 09:07
  • Dibaca : 109 kali
Kejati Tahan Mantan Bupati Natuna
Mantan Bupati Natuna Raja Amirullah (pakai rompi tahanan) dieksekusi Kejati Kepri ke Lapas Tanjungpinang, Kamis (13/9). /M BUNGA ASHAB

PINANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri mengeksekusi terpidana korupsi mantan Bupati Kabupaten Natuna Raja Amirullah ke Lembaga Pemaysarakatan (Lapas) Tanjungpinang, Kamis (13/9/2018). Terpidana dijebloskan ke penjara setelah kejaksaan menerima surat putusan berkuatan tetap dari Mahkamah Agung (MA) RI.

Kepala Kejati Kepri Asri Agung Putra mengatakan, eksekusi ini dilaksanakan setelah perkaranya memiliki putusan berkekuatan tetap dari MA. Adapun putusannya adalah MARI Nomor 226 K/Pid-Sus/PN.Tpg tanggal 7 Maret 2018 pidana penjara lima tahun dan denda Rp200 juta subsider enam bulan. “Hari ini kita melaksanakan eksekusi terhadap terpidana (Raja Amirullah),” kata Asri di Kantor Kejati Kepri, Jalan Seitimun, Senggarang, Tanjunpinang, kemarin.

Ia mengatakan, sebelumnya terpidana diputus di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang perkara nomor 1/Pid.Sus-TPK/2015/PN.Tpg tanggal 17 Juni 2015 pidana penjara dua tahun dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan. Kemudian, putusan di Pengadilan Tinggi Pekanbaru nomor 41/Pid-Sus-TPK/2016/PT.PBR tanggal 18 Februari 2016 pidana penjara tiga tahun denda Rp200 juta subsider empat bulan.

“Pelaksanaa eksekusi ini cukup kondusif tanpa tindakan luar biasa atau mengerahkan tenaga dan biaya, setelah Kejaksaan Negeri Natuna menerima putusan MA terpidana langsung dipanggil,” kata dia.

Ia mengungkapkan bahwa terpidana melakukan tindak pidana korupsi pembebasan/pengadaan lahan tanah fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) untuk pembangunan Jalan Se Pauh, Desa Sungai Ulu, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, dengan mengunakan dana APBD tahun 2010.

Saat itu, terpidana menerbitkan surat keputusan Bupati Natuna tentang lokasi penetapan kompensasi tanah akibat dampak Jalan Pering menuju kantor DPRD Natuna. Dari kasus ini, terpidana merugikan keuangan negara sebesar Rp367 juta. Adapun Raja Amirullah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Natuna 2010-2011.

“Terpidana langsung dieksekusi ke Lapas Tanjungpinang setelah tiga kali diperiksa,” kata dia.

Sementara itu, Raja Amirullah tetap membela diri dan tidak merasa bersalah. Ia mengaku dirinya hanya dituduh merugikan negara dalam kasus ini. “Demi Tuhan sekiranya saya bersalah dalam perkara ini biarlah saya dan keluarga dilaknat dan diazab Tuhan. Sebaliknya, kalau dirinya tak bersalah supaya penegak hukum dilaknat dan diazab Tuhan,” ujarnya.

Diketahui, Mantan Bupati Natuna Raja Amirullah ditetapkan tersangka, menyusul Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Natuna Asmiyadi dan Bahtiar selaku PPTK ganti rugi lahan sebesar Rp2,020 miliar dari APBD 2010 oleh penyidik Polisi dalam korupsi pengadan lahan fasum 2010-2011.

m bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com