SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Keruk Drainase Cegah Banjir

  • Reporter:
  • Senin, 13 Januari 2020 | 12:01
  • Dibaca : 232 kali
Keruk Drainase Cegah Banjir
Ekskavator amfibi mengeruk drainase kawasan Batuaji, beberapa waktu lalu. Pemko Batam menerjunkan alat berat mengeruk drainase untuk mengantisipasi banjir di Kaveling Sakura Indah, Kelurahan Sambau, Nongsa. f dok koran sindo batam

NONGSA – Pemko Batam menerjunkan alat berat untuk mengeruk drainase di Kaveling Sakura Indah, Kelurahan Sambau, Nongsa. Kondisi parit di kawasan ini belum terlalu baik, sehingga rawan banjir.

Pengerukan drainase ini permintaan dari warga sekitar kepada Pemko Batam, untuk mencegah banjir di pemukiman mereka. “Jalan masuk saya mohon untuk dibangun. Parit di sekitar posyandu juga mudah-mudahan bisa diperbaiki, karena posisi posyandu ini di bawah, khawatirnya kebanjiran,” kata Ketua RT 05 RW 01 Sambau, Arminsyah saat peresmian Posyandu Balita Sakura Indah, Jumat (10/1).

Selain itu, warga juga minta bantuan Pemko Batam dalam mendapatkan aliran listrik PLN. “Masih ada sekitar 40 KK (kepala keluarga) lebih yang belum masuk lampu (listrik),” ujarnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi berharap semoga posyandu berguna bagi warga sekitar. Terkait penataan drainase atau parit di seputar Posyandu, Rudi minta agar RT mengumpulkan tanda tangan persetujuan warga.

Surat persetujuan warga ini agar diserahkan ke lurah. Untuk kemudian diteruskan ke Wali Kota. Nantinya Wali Kota yang akan memerintahkan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air menurunkan alat berat untuk memperbesar parit.

“Banjir itu karena penataan awal salah. Berada di posisi rendah, paritnya tidak memadai. Tapi ya sudah kita perbaiki saja. Kalau sepakat, parit ini kami buka lebar, saya buka. Tapi Pak RT minta tanda tangan warga di kiri kanannya. Karena bisa jadi kena dampak saat kami keruk,” kata Rudi.

Kepada kader posyandu, Rudi meminta untuk bekerja ikhlas. Pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk insentif kader. Tiap kader mendapat Rp200 ribu. Dan jumlah kader yang menerima insentif adalah tujuh orang per posyandu.

“Di posyandu ini kalau belum dapat, segera ajukan ke lurah untuk dibuat SK-nya. Nanti berikan ke Pak Zul Arif. Insentifnya memang tidak besar. Tapi kalau dengan nawaitu ikhlas, akan dapat pahala,” tuturnya.

Tahun 2045, sambung Rudi, Indonesia akan mendapat bonus demografi. Maka penerus bangsa ini harus disiapkan dari sekarang. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com