SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

KPK Dituding Hilangkan 21 Nama Anggota DPR

  • Reporter:
  • Kamis, 21 Desember 2017 | 16:52
  • Dibaca : 181 kali
KPK Dituding Hilangkan 21 Nama Anggota DPR

JAKARTA – Tim penasihat hukum terdakwa ?korupsi proyek e-KTP Ketua DPR nonaktif yang juga mantan Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto ?menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sengaja menghilangkan 21 nama anggota dan mantan anggota DPR terduga penerima uang.

Pernyataan itu tertuang dalam nota keberatan (eksepsi) yang dibacakan tim penasihat hukum Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kemarin. Tim penasihat hukum pimpinan Maqdir Ismail dengan anggota Firman Wijaya, SF Marbun, Fachmi, dan M Rudjito itu menilai surat dakwaan atas nama Novanto yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK pekan lalu cacat hukum. Surat dakwaan perkara dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 2011–2013 atas nama Novanto itu dinilai dibuat atas dasar berkas perkara hasil penyidikan tidak sah, penyusunan tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap.

Yang signifikan, surat dakwaan atas nama Novanto itu berbeda dengan surat dakwaan dua terdakwa sebelumnya. Dalam surat dakwaan terhadap Irman (divonis 7 tahun penjara) selaku dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri dan Sugiharto (divonis 5 tahun) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di lingkungan Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) pada Ditjen Dukcapil merangkap direktur PIAK, nama 21 anggota dan mantan anggota DPR yang diduga terlibat penerimaan dana jelas-jelas tertuang. Sementara dalam surat dakwaan Novanto dan terdakwa Direktur Utama PT Cahaya Wijaya Kusuma yang juga Direktur PT Murakabi Sejahtera Andi Agustinus alias Andi Narogong alias Asiong (dituntut 8 tahun penjara), nama-nama itu tidak lagi disebutkan.

“Dalam surat dakwaan terdakwa Setya Novanto dan terdakwa Andi Agustinus ada sejumlah nama yang hilang dan tidak disebutkan sebagai penerima fee dalam surat dakwaan terdakwa Setya Novanto,” kata Firman saat membacakan eksepsi? Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, kemarin.

Ke-21 nama itu adalah Melcias Marchus Mekeng (USD1,4 juta), Olly Dondokambey (USD1,2 juta), Tamsil Lindrung (USD700.000), Mirwan Amir (USD1,2), Arief Wibowo (USD108.000), Chaeruman Harahap (USD584.000 dan Rp26 juta), Ganjar Pranowo (USD520.000), Agun Gunandjar Sudarsa (USD1,047 juta), almarhum Mustoko Weni (USD408.000), Ignatius Mulyono (USD258.000), dan Taufiq Effendi (USD103.000).

Ada lagi Teguh Djuwarno (USD167.000), Rindoko Dahono Wingit (USD37.000), Nu’man dan Abdul Hakim (masing-masing USD37.000), Abdul Malik Haramaen (USD37.000), Jamal Aziz (USD37.000), Jazuli Juwaini (USD37.000), Yasona Hamonangan Laoly (USD84.000), Khatibul Umam Wiranu (USD400.000), Marzuki Alie (Rp20 miliar)?, dan Anas Urbaningrum (USD5.500.000)?.

”Yang menjadi pertanyaan kami adalah uang yang diterima orang-orang yang sengaja dihilangkan namanya oleh penuntut umum, sebesar tersebut di atas, berada di tangan siapa? Apakah benar uang itu diterima oleh nama-nama yang disebutkan dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto? Atau hanya fitnah terhadap nama-nama tersebut?” kata Firman. (sabir laluhu)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com