SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Laga Kambing, Nyawa Dua Pengendara Motor Melayang

  • Reporter:
  • Senin, 27 Agustus 2018 | 10:53
  • Dibaca : 255 kali
Laga Kambing, Nyawa Dua Pengendara Motor Melayang
ilustrasi

PINANG – Dua orang santri dari Pesantren Madani Ceruk Ijuk, Kecamatan Toapaya, Bintan meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Km 8 Atas, Tanjungpinang Timur, Minggu (26/8) sekira pukul 14.50.

Kedua korban adalah Fauzan (13) warga Km 8 Atas merupakan penumpang Honda Revo BP 2184 QT. Sementara temannya hingga kini belum diketahui identitasnya. Fauzan meninggal di rumah sakit, sementara temannya meninggal di tempat setelah tergilas bus plat merah milik pemerintah.

Kronologis kejadian, Fauzan dan temannya melaju dari bundaran Dompak menuju simpang Perumahan Pesona. Keduanya hendak menyalip bus plat merah tersebut. Namun, saat menyalip, Honda Scoopy BP 3251 AW yang dikendarai MR (14) datang dari arah berlawanan.

Belum sampai melewati bus, pemotor Honda Revo terlibat laga kambing dengan Honda Scoopy. Seketika pengendara dan penumpang Honda Revo terlempar ke jalan, salah satunya masuk ke kolong bus lalu telindas roda belakang. Sedangkan MR terlempar sejauh enam meter dari sepeda motor.

“Tadi saya di belakang Honda Scoopy, saya lihat tabrakan saat motor Revo hendak menyalip bus,” kata Ilham Saputra pengendara sekaligus saksi mata di lokasi kejadian.

Ilham menuturkan, kejadian tabrakan begitu cepat. Menurut dia, pemotor Honda Revo tidak mampu melewati bus saat pemotor Honda Scoopy melintas, lalu terlibat tabrakan.

“Tadi sangat cepat, langsung berbenturan. Ada yang terlempar masuk kolong mobil,” ujar Ilham.

Mendengar kejadian itu, petugas Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polres Tanjungpinang terjun ke lokasi kejadian. Di lokasi polisi langsung melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tampak jalan dipenuhi darah dan tubuh korban berceceran akibat terlindas truk.

Ketiga korban langsung dilarikan ke RSUD Raja Ahmad Thabib. Di rumah sakit satu orang menghembuskan napas terakhirnya, sedang MR hanya mengalami luka pada bagian bahunya.

Kanit Laka Lantas Polres Tanjungpinang Ipda Ridwan mengatakan hingga saat ini bus yang melindas korban belum diketahui milik pemerintah mana, apakah milik Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kota Tanjungpinang atau Pemerintah Kabupaten Bintan. Polisi masih mencari tahu keberadaan bus yang melindas korban.

“Busnya langsung kabur, makanya kita belum tahu bus milik pemerintah mana,” kata Ridwan.

Di RSUD Raja Ahmad Thabib, Sofyan ayah kandung Fauzan, mengatakan anaknya izin keluar rumah bersama temannya hendak ke supermarket Al Baik untuk membeli perlengkapan ekolah. Namun, dia malah mendapat kabar anak keduanya telah meninggal dunia karena kecelakaan.

“Tadi dia (Fauzan) izin keluar untuk membeli alat Pramuka. Tiba-tiba dapat kabar sudah terlibat kecelakaan,” kata Sofyian dengan sedih.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com