SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Laksmi, Ibu yang Sedang Berjuang demi Sang Anak

  • Reporter:
  • Kamis, 5 Maret 2020 | 20:32
  • Dibaca : 498 kali
Laksmi, Ibu yang Sedang Berjuang demi Sang Anak
Ketua tim operasi dan juga Dokter Spesialis Kandungan Konsultan Fetomaternal Dr Yanuarman SpOG KFM dan Dokter Spesialis Kandungan Dr Yuli Sitorus SpOG beserta beberapa Staf lainnya saat pengecekan kondisi Laksmi di ruang rawat inap RSUD Embung Fatimah. /ILHAM SAWALLUDIN

 

Tak jarang ada anak yang lupa akan sosok ibu, yang rela bertaruh nyawa demi sang anak. Ibu sudah berjuang mulai dari melahirkan hingga merawat anak tumbuh dewasa. Seperti sang ibu satu ini, yang kini sedang berjuang dan berharap anaknya bisa selamat.

ILHAM SAWALLUDIN, Batam

Langit Batam, Kamis (3/5), mendung, angin menghembuskan udara dingin. Tak seperti hari-hari sebelumnya, panas, membuat keringat menganak sungai. Suara langkah kaki terdengar dari luar pintu, semakin dekat dan semakin keras pula suranya. Sejurus kemudian, ketukan pintu memecah kesunyian di salah satu ruang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah. Pintu terbuka, ada  Laksmi Maharani yang menyambut kedatangan tamu yang barusan membuka pintu.

Masih di ranjang, perempuan 40 tahun itu mengambil posisi duduk. Ia menyambut kedatangan tamunya yang berbaju putih, mereka merupakan tim dokter yang akan melakukan operasi janin di dalam rahimnya. Dengan cadar masih menutupi sebagian wajahnya, warga Perumahan Taman Marcelia, Kota Batam, ini terlihat lebih legah dibandingkan hari sebelumnya saat kecemasan masih menyelimuti pikirannya.

“Kemarin sempat khawatir, karena air ketubannya sudah habis. Kemudian perut sudah gembung sampai ke dada, dan risikonya itu sangat besar,” ujarnya.

Tak terbayangkan bagaimana berkecamuknya perasaan Laksmi, janin yang ia kandung mengalami gangguan masalah saluran kantong kemih, istilah dokter Lower Urinary Tract Obstruction (LUTO). Apalagi kasus ini baru pertama ditemukan di Kepri.

Rasa nyeri di perut, pikiran yang aneh-eneh. Semua membuat dirinya gelisah, tak tentu arah. Beruntung perempuan yang pernah mengalami keguguran ini begitu kuat, dan ia tahu ada Allah yang akan melindungi dirinya dan janinnya. Semua penyakit ada obatnya, ia sedang berusaha untuk sembuh dan tak lupa terus berdoa pada sang pencipta.

Jam dinding masih menunjukkan pukul 11.10 WIB, Laksmi terlihat begitu antusias saat berbincang dengan tim dokter, semua yang ia alami dan kondisinya ia sampaikan semua. Satu harapannya, ia ingin apa yang sedang dialami segera berlalu dan janinnya selamat dan sehat.

“Insyaallah dengan izin yang maha kuasa, Allah SWT, semoga sehat sampai dia lahir nanti,” ujarnya.

Operasi 30 Menit

Dokter Spesialis Kandungan, Dr Yuli Sitorus SpOG menjelaskan, pasien tersebut mengalami masalah kelainan pada janinnya dalam istilah kedokteran adalah LUTO atau obstruksi saluran kantong kemih di dalam rahim sang ibu. Ini mengakibatkan janin tersebut tidak bisa kencing dan membuat kantong kemih pada rahim sang ibu membesar.

“Buntunya saluran kemih pada kandungan janin sehingga tidak bisa kencing, air ketubannya pun tidak ada dan juga membuat pergerakan pada janin terganggu serta membuat kerusakan pada ginjal, bila dibiarkan terlalu lama,” kata Dr Yuli.

Ia menjelaskan, masalah ini harus segera dilakukan sebelum terjadi kerusakan pada ginjal janin tersebut dengan cara melakukan Fetal Therapy. Artinya, janin diberikan pengobatan sebelum janin tersebut lahir. Akan tetapi, selama ini pengobatan yang dilakukan ialah setelah janin tersebut lahir. Sementara itu, usia kandungan pasien memasuki 18 minggu.

“Jadi kalau kita biarkan, pada usia 21 minggu biasanya tidak selamat. Jadi semakin cepat kita lakukan akan semakin baik. Maka kita ambil tindakan cepat,” tuturnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anestesi, Dr Fery Hamdani SpAn menyampaikan terkait pembiusan terhadap pasien yang mengalami masalah kelainan pada janinnya tersebut sangat berpengaruh terhadap janin dikarenakan janin mendapatkan suplai darah dari sang ibu.

“Kita memberikan pembiusan yang seminimal mungkin yang dapat mempengaruhi risiko terhadap janin atau bayinya. Makanya kita memilih pembiusan itu dengan Regional Anestesi,” ucap Dr Fery.

Ia berharap, efek dan pengaruhnya kecil terhadap janin tersebut sehingga risiko keguguran (abortus) atau semacamnya lebih rendah dibandingkan dengan pembiusan pada umumnya. “Seperti contohnya kontraksi di dalam rahim yang bisa mengakibatkan hal-hal buruk terhadap janinnya. Makanya kita pilih regional anestesi,” terangnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa bersyukur karena di RSUD Embung Fatimah sudah mempunyai konsultan yang mampu melakukan hal-hal yang bisa dikatakan cukup hebat. “Kalau kita lakukan di luar negeri, itu biaya cukup mahal dan besar. Sementara di RSUD ini kita sudah bisa melakukan dan sudah punya Konsultannya,” katanya.

Selanjutnya, Ketua tim operasi dan juga Dokter Spesialis Kandungan Konsultan Fetomaternal, Dr Yanuarman SpOG KFM menyampaikan bahwa untuk menangani pasien tersebut, ia menurunkan satu tim yang terdiri dari empat orang. Di antaranya yakni dua dari Dokter Spesialis Kandungan, satu Dokter Spesialis Anestesi dan satu Dokter Spesialis Kandungan Konsultan Fetomaternal.

“Nanti ada empat orang dokter yang akan melakukan operasi, termasuk saya. Tindakan operasi ini akan memakan waktu sekitar 30 menit dan ini merupakan kasus pertama di Kepri,” tutupnya. ***

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com