SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mahasiswa Diupah Rp40 Juta Bawa Sabu

  • Reporter:
  • Selasa, 16 Oktober 2018 | 08:33
  • Dibaca : 259 kali
Mahasiswa Diupah Rp40 Juta Bawa Sabu
ilustrasi

NONGSA – Petugas Bea dan Cukai dan Aviation Security (Avsec) Bandara Hang Nadim Batam kembali menggagalkan penyelundupan narkoba. Kali ini, salah seorang mahasiswa Batam ditangkap karena kedapatan membawa sabu seberat 1.008 gram, Rabu (10/10) sekitar pukul 08.00

Calon penumpang maskapai Lion Air yang diketahui bernama Irfani Faizin (21) ini rencananya akan bertolak dari Batam menuju Balikpapan, Kalimantan Timur.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, sabu tersebut disimpan di dalam buntalan celana yang ada di dalam ransel hitam yang dibawa pelaku. Ia akan berangkat dengan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-373 rute Batam-Jakarta dengan jadwal berangkat pukul 08.35.

“Pelaku akan melanjutkan perjalanan ke Balikpapan pukul 12.45 dengan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT-764,” ujarnya, kemarin.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Satresnarkoba untuk pengembangan lebih lanjut. Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Abdul Rahman mengatakan, terungkapnya kasus ini karena petugas Bea dan Cukai mencurigai tas yang masuk dalam mesin pemindai.

“Petugas Bea Cukai menunggu pemilik tas untuk mengambil dan langsung mengamankan pelaku,” kata Abdul.

Stelah diamankan, petugas menemukan dua bungkus plastik bening yang berisikan serbuk kristal yang diduga sabu seberat 1.008 kilogram. Barang haram tersebut diakuinya didapat pelaku dari seorang bandar di Batam.

“Pelaku diarahkan untuk mengambil barang haram tersebut. Kami belum bisa pastikan barang itu dari Batam, tapi diduga sabu ini dari Malaysia,” ujarnya.

Dari pengakuan pelaku, ia sudah beberapa kali membawa barang haram tersebut, dan pelaku dijanjikan sekali pengiriman diupah Rp40 juta. Namun, pelaku sudah mendapatkan upah awal sebesar Rp20 juta.

“Banyaknya pelabuhan tikus di Batam nenjadi pintu masuk yang strategis untuk bandar narkoba memasukkan barang ke Batam. Dari data yang ada, ada sekitar 70 pelabuhan tikus yang ada di Batam,” ungkap Abdul.

Abdul menjelaskan, meskipun banyaknya pelabuhan tikus di Batam, pihaknya tetap melakukan proses pencegahan dengan melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar tidak ada transaksi barang haram di perairan Batam maupun Kepri.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan undang-undang narkotika dan diancam dengan hukum 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Irfani mengaku, sebelumnya ia sudah pernah menyelundupkan sabu ke Padang melalui transportasi laut sebanyak dua kali, dan lolos dari pengawasan pihak keamanan.

“Uang dari hasil penyelundupan itu saya gunakan untuk membayar utang, karena saya kalah main judi online,” ujarnya. romi kurniawan/dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com