SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Melihat Distrik Muar di Negeri Johor, Kota Pariwisata Terbersih se-ASEAN

  • Reporter:
  • Minggu, 7 Oktober 2018 | 08:21
  • Dibaca : 277 kali
Melihat Distrik Muar di Negeri Johor, Kota Pariwisata Terbersih se-ASEAN
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Petrie, Distrik Muar saat pagi hari, Sabtu (6/10/2018). /FADHIL

Mewujudkan kota yang bersih dan indah nyatanya tak bisa hanya dengan slogan dan imbauan. Perlu perjuangan dan komitmen tinggi dari seluruh warga serta pengambil kebijakan untuk mewujudkannya. Bahkan jika perlu, dibuatkan ancaman denda besar agar orang jera melanggar aturan kebersihan. Seperti yang diberlakukan di Muar, kota bersejarah di Johor, Malaysia. Hasilnya, Muar mendapat penghargaan sebagai ASEAN Clean Tourist City Standard Award 2018 atau Kota Pariwisata Terbersih se-Asia Tenggara (ASEAN).

FADHIL, Johor

“Kebersihan sebagaian dari iman”. Kalimat itu meluncur dari mulut Distric Officer Muar, Tuan Haji Hafiz Bin Ahmad. Jabatan tersebut, setara kepala daerah jika di Indonesia. Menurutnya, kebersihan adalah salah satu komitmen yang akan dijaga bagi wilayahnya itu.

Tidak bisa diipungkiri, Distrik Muar ini memang terlihat sangat bersih. Jangankan melihat sampah tercecer atau bahkan berserakan di tempat umum, daun yang jatuh saja sulit ditemukan. Itu karena, setiap terlihat sampah, maka akan buru-buru dibersihkan. Karena itu, pemandangan kota ini begitu bersih dan indah.

Banyak tong sampah disiapkan. Bahkan, tiap dua rumah toko, disediakan satu tong sampah besar. Tidak itu saja, petugas kebersihan di kota ini menunaikan tugas mereka lima kali dalam satu hari, mulai pukul 04.00 waktu setempat.

Petugas kebersihan Distrik Muar membersihkan jalan. /FADHIL

Tak heran, Muar dinobatkan sebagai standar kota pariwisata terbersih se-ASEAN.

Namun, untuk mewujudkan jadi kota terbersih, nyatanya tidak mudah. Kota ini butuh tiga tahun berjuang meraih penghargaan itu. Dan akhirnya bisa.

Bukan tidak mungkin upaya dan semua aturan yang diterapkan di kota ini, bisa juga diaplikasikan di kota-kota atau kabupaten-kabupaten di Indonesia. Berkat penobatan kota terbersih itu, Muar menjadi destinasi favorit bagi wisatawan dalam negeri hingga wisatawan mancanegara (wisman).

Meskipun kota ini terbilang baru menggarap sektor pariwisata, namun para pelancong tidak perlu khawatir di kota nyaman dan bersih ini. Wisatawan tetap bisa bersenang-senang menikmati suguhan destinasi wisata seperti kuliner, budaya dan sejarah, bentang alam dan wisata lainnya. Bahkan, menurut pemerintahnya, Muar sangat disukai wisatawan Jepang, Australia, dan Kanada. Namun, wisman yang tertinggi tetap dari Indonesia.

“Sekarang banyak kunjungan dari luar, untuk mengetahui dan melihat langsung kota bersih ini,” kata Hafiz, Jumat (5/10).

Dengan begitu, kota yang berjuluk Bandar Maharani Bandar DiRaja ini, kata dia, memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahankan prestasi tersebut. Meraih penghargaan itu diakuinya sangat sulit, perlu komitmen dan keterlibatan semua pihak.

Sejumlah wisatawan berfoto di Tangga Agung di Muar. /FADHIL

“Sulitnya memang mengubah sikap manusia. Namun dalam waktu tiga tahun kita terus berjuang mengedukasi masyarakat mulai sedini mungkin, dari sekolah dan anak-anak,” kata dia.

Setelah mengedukasi masyarakat, ada aturan yang dijadikan sebagai acuan untuk memberi denda maupun penghargaan terkait kebersihan ini. Misalnya, jika ada warga yang membuang sampah sembarangan bisa didenda minimal RM500 atau setara Rp1.850.000 hingga RM2.000 setara Rp7,4 jutaan, dengan kurs Rp3.700 per RM1.

“Ini kita lakukan sebagai komitmen bersama. Dengan keadaan kota bersih, banyak pelancong datang dan tentu akan membuat happy,” ujarnya.

Lanjut Hafiz, pihaknya terus menggalakkan pembangunan untuk pariwisata Muar, mulai infrastruktur pelabuhan dan sebagainya yang menjadi pintu masuk menuju kota berpenduduk 300 ribuan jiwa itu. Selain itu, destinasi wisata akan terus ditambah dan terus membangun hubungan atau kerja sama dengan daerah lain, serta melibatkan para mahasiswa untuk membuat kajian-kajian terkait pariwisata.

“Makanya saya katakan, perlu komitmen semua pihak untuk memajukan Muar,” kata Hafiz.

Dengan upaya itu, tahun depan, meski tidak menentukan angka, pihaknya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Muar. Khususnya dari Indonesia, penyumbang terbanyak wisatawan. Pihaknya akan membangun kerja sama terkait pariwisata ini.

Adapun beberapa destinasi yang ada di kota ini seperti alun-alun dengan tema tertentu, sejarah, kuliner, hingga menelusuri sungai di Muar. Sementara makanan, di kota ini memiliki beragam makanan khas mulai dari sate hingga mee Bandung.

Mee bandung khas Muar. /FADHIL

“Kalau ada kesempatan lagi ke sini pada Agustus karena kita punya durian yang sangat enak. Banyak wisatawan ke sini selain menikmati kebersihan kota, juga menikmati durian,” kata dia.

Sementara itu, Penolong Pengarah Tourizem Johor M Amirul Ardi mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya Muar untuk mengembangkan pariwisata. Bahkan, 20 paket pariwisata disiapkan untuk kota yang berjarak tempuh dua jam menggunakan bus dari Johor Bahru itu.

 

“Muar merupakan satu dari 10 daerah di Johor yang terus kita kembangkan pariwisatanya, sejauh ini kota terbersih di Muar menjadi daya tarik tersendiri,” kata Amirul.

Dari semua pintu masuk wisatawan ke Johor, sebanyak 14 juta wisatawan pilih menginap dan hanya 7,4 juta wisatawan yang tidak menginap saat datang ke Johor. Ia menuturkan, dari 10 daerah yang ada, penyumbang wisatawan tertinggi yakni Johor Bahru, kota perbatasan Singapura dan Indonesia.

“Kalau ke Muar orang lebih suka ketenangan, lebih ke lingkungan. Tapi kalau yang di Johor Bahru lebih ke hiburan dan banyak taman-taman tematik. Di antaranya Taman Hello Kitty, Angry Birds dan banyak lagi taman tematik lainnya,” ujarnya

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com