SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mengaku Belajar Curi Motor dari YouTube

  • Reporter:
  • Jumat, 30 November 2018 | 12:13
  • Dibaca : 136 kali
Mengaku Belajar Curi Motor dari YouTube
Dua komplotan curanmor yang beraksi di sejumlah TKP dibekuk Polsek Sekupang, Kamis (29/11). f agung dedi lazuardi

SEKUPANG – Polsek Sekupang Batam mengungkap dua komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di sejumlah tempat berbeda. Dari dua komplotan ini, polisi menyita barang bukti 16 sepeda motor. Sepeda motor hasil curian ini dijual ke sejumlah daerah di Kepri, seperti Tanjungpinang, Tanjunguban, Dabo Singkep dan Tanjungbalai Karimun.

Keenam pelaku yakni Syahril, Sony, Segar, Dedi Chandra dan Helson. Mereka merupakan sindikat yang terbagi dalam dua tim. Tim pertama yakni Syahril dan Sony. Keduanya merupakan pria asal Lampung yang juga memiliki ikatan keluarga. Sony dan Segar beraksi dibantu oleh Marco (DPO). Sementara itu, tim lainnya diisi oleh Segar, Sony, Dedi Chandra dan Helson.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, pencurian yang dilakukan kedua kelompok ini terbilang profesional, dengan mengendarai mobil berkaca gelap mereka membawa berbagai peralatan untuk membuka kunci ganda sepeda motor.

“Mereka punya kunci khusus untuk membuka penutup kunci motor, kemudian membuka kunci stang dengan kunci multi fungsi, ” ujarnya di Mapolsek Sekupang, kemarin.

Setelah berhasil membawa kabur motor curian, para pelaku memotong kunci motor dengan gerinda dan menggantinya dengan kunci baru. Sony berperan sebagai eksekutor setiap dua komplotan ranmor ini beraksi. Ia mengaku banyak mempelajari cara membongkar kunci motor dari Internet. “Saya belajar di Youtube,”ujarnya.

Pria asal Lampung ini mengaku baru menetap di Batam bersama dua sepupunya Dedi Chandra dan Syahril. “Syahril yang mengajak pertama kali. Di sini kami tinggal di hotel, per harinya 150 ribu. Kami beraksi sejak Oktober lalu ” kata Sony.

Dari hasil kejahatannya, setiap motor yang terjual dengan harga Rp2,5 juta, masing-masing pelaku mendapatkan upah Rp400 ribu hingga Rp500 ribu. “Hasilnya semua kami bagi rata, dan uangnya kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, bayar hotel dan cari kerja. Dari awal datang ke Batam saya ingin kerja di supermarket, ” katanya.

Salah satu anak buah kapal (ABK) kapal roro Batam-Tanjung Pinang, Ridwan juga turut diringkus, pasalnya ia dianggap berperan meloloskan motor-motor hasil curian ke wilayah Tanjunguban dan Tanjungpinang. Berdasarkan pengakuannya dirinya tidak mengetahui sama sekali bahwa motor-motor yang dititipkan adalah hasil curian.

“Hari pertama mereka pakai tiket dan STNK. Hari kedua mereka pakai STNK. Hari-hari berikutnya saya sudah percaya saja mereka bilang surat-suratnya ada,” katanya bapa dua anak ini.

Dari hasil meloloskan sepeda motor curian yang dititipkan oleh salah satu tersangka Segar, Ridwan mengaku mendapatkan upah sebesar 50 ribu, namun motor yang dititipkan tidak setiap hari. “Jarang bang, kadang ada kadang gak, yang dititipkan hanya satu unit dan tak setiap hari, ” ujarnya. agung dedi lazuardi/aini lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com