SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Menjalani Takdir Indah

  • Reporter:
  • Rabu, 23 Mei 2018 | 15:54
  • Dibaca : 132 kali
Menjalani Takdir Indah

ROMA–Ucapan selamat mengalir kepada Inter Milan yang akhirnya lolos ke Liga Champions. Menghadapi laga hidup-mati melawan Lazio di Stadion Olimpico, Inter lolos dengan dramatis setelah menang 3-2, Senin (21/5) dini hari.

Dalam enam tahun ter akhir, Liga Champions seperti jauh dari jangkauan Inter. Se jak terakhir kali menembus ba bak 16 besar Liga Champ ions musim 2011/2012, me reka kemudian tak pernah sam pai turnamen tertinggi sepak bola Eropa tersebut. Paling banter bermain di liga malam Jumat atau Liga Europa. Padahal, Inter sebelumnya memiliki tradisi bagus di Liga Champions. Selama periode 2002 sampai 2012 atau selama 10 tahun, mereka hanya sekali gagal melewati fase grup. Da lam kurun waktu tersebut, I Nerazzurri bahkan menjadi juara di musim 2006/2007. “Lazio ber main bagus. Tapi, kami me nunjukkan kekuatan dan ke ingin an membalikkan hasil. Kami berhasil, “ kata penyerang se kaligus kapten tim Inter Mau ro Icardi, di kutip Football Italia.

Icardi mencetak satu dari tiga gol pada laga yang disebutsebut salah satu terbaik di Seri A tersebut. Inter sempat mati angin setelah Ivan Perisic mencetak gol bunuh diri pada menit kesembilan. Beruntung pada menit ke-29 Danilo D’Am bro sio mampu menya makan ke dudukan. Tapi, gelandang Lazio asal Brasil Lazio Filipe An der son mem bawa tuan rumah kem bali unggul pada menit ke-41. Inter baru mendapatkan angin setelah Icardi mencetak gol pada menit ke-78 dari titik putih. Inter mendapatkan penalti setelah Icardi dijatuhkan Stefan de Vrij yang musim depan bergabung ke Stadion Giuseppe Meazza dengan gratis. Petaka kemudian terjadi pada menit ke-81 setelah Matias Vecino membobol gawang Thomas Strakosha.

Khusus penalti, spekulasi berkembang jika De Vrij se ngaja menjatuhkan Icardi untuk membuka jalan Inter tampil di Liga Champions. Tapi, spekulasi itu dibantah Icardi karena menganggap kejadian tersebut sebagai takdir. “Itu takdir. Semua pemain profesional. Saya pikir dia tidak sengaja menjatuhkan saya. Dia mencoba menghen ti kan saya mencetak gol, itu hanya takdir,” tandas pemain yang belum pernah tampil di Liga Champions tersebut. Bicara takdir, musim ini semua memang seperti berpihak kepada Inter. Selain menang dra matis atas Lazio, mereka juga diuntungkan perubahan re gulasi dari UEFA terkait ke pesertaan tim di Liga Champions.

Mulai musim ini sampai 2021, empat liga dengan koe fi sien teratas akan langsung lolos ke fase grup, tanpa lewat jalur play-off. Situasi ini yang membuat Inter bisa langsung berada di fase grup, meski hanya me nempati peringkat 4. Artinya, Seri A, Bundesliga, Primera Liga, dan Liga Primer langsung menempatkan empat wakil nya di fase grup Liga Champions. Perubahan regulasi UEFA ini juga menyangkut jam pertandingan di musim dingin dan panas, jumlah pergantian pemain, regulasi pemain di bang ku cadangan, serta di izin kan nya pemain yang di musim di ngin membela klub lain tampil bersama tim berbeda di musim panas.

“Kekecewaan ini akan tetap bersama kami untuk waktu yang lama,” ujar Pelatih Lazio Simone Inzaghi. Lazio pantas kecewa karena musim ini penampilan mereka tidak terlalu buruk. “Pertandingan tadi seharusnya menjadi milik kami. Mungkin ini takdir kami tidak masuk ke Liga Champions,” tandas Inzaghi.

Ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com