SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Mozzarella Potatoes Croquette ala Sharlly

  • Reporter:
  • Senin, 20 Maret 2017 | 10:26
  • Dibaca : 403 kali
Mozzarella Potatoes Croquette ala Sharlly
Foto Teguh Prihatna.

Di Indonesia, makanan ini lebih dikenal dengan nama kroket. Karena berbahan dasar kentang, daging, keju, dan sayuran, kandungan gizi kroket terbilang lengkap. Sharlly menambahkan mozzarella pada kroket buatannya.

Kroket buatan Sharly tak jauh berbeda dengan kroket yang biasa ditemukan di toko kue. Tapi ia memodifikasinya dengan menambahkan mozzarella, keju bertekstur lembut dan empuk serta berkadar air tinggi yang meleleh bila bersentuhan dengan panas.

“Namanya mozzarella potatoes croquette. Sebetulnya sih perkedel, cuma ini pakai keju parut dan mozzarella,” kata Sharly di rumahnya di Kompleks Rosedale, Batam Centre, Sabtu (18/3).

Croquette atau kroket memang mirip dengan perkedel. Bedanya, kroket menggunakan keju dan susu serta dibaluri kocokan telur dan tepung roti, sedangkan perkedel tidak. Kroket termasuk jenis makanan Eropa. Hampir seluruh negara di benua itu memiliki resep yang hampir sama. Hanya nama dan bahan tambahan yang berbeda. Orang Belanda lah mengenalkannya ke Nusantara di masa kolonialisme dulu.

Di dapurnya yang luas, Sharlly memasak kroket kentang sebentar saja. Kentang yang telah dikupas cukup direbus hingga empuk. “Pilih kentang yang kira-kira empuk kalau matang. Supaya halus ketika dihancurkan,” katanya memberi tips. Kentang yang tak dilumatkan secara halus akan berpengaruh pada tekstur kroket nanti. Melumatkannya pun mesti dalam keadaan panas, setelah diangkat dari kompor.

Menunggu kentang matang, Sharlly memotong-motong mozzarella berbentuk dadu. Keju cheddar diparut. Sayurannya, daun bawang dan seledri, diiris halus. “Semua dicampurkan ke kentang yang dihancurkan. Lalu beri dua sendok susu UHT. Terakhir mozzarella. Kalau dicampur saat kentang masih panas, mozzarella cepat meleleh,” kata ibu satu anak ini. Untuk memberi rasa, ia bubuhkan garam dan merica.

Sebelum digoreng, adonan dibentuk bulatan-bulatan atau lonjong. Lalu dicemplungkan ke dalam kocokan telur, tepung terigu, terakhir tepung roti. Kocokan telur berfungsi untuk merekatkan adonan agar kroket tidak buyar saat digoreng. Terigu dan tepung roti membuat gorengan kroket menjadi renyah di bagian kulitnya.

Untuk menggoreng, Sharlly memilih minyak jagung (corn oil) ketimbang minyak kelapa (palm oil) atau minyak zaitun (olive oil). “Minyak jagung banyak mengandung omega 6. Lebih sehat dan bagus untuk menurunkan kolesterol,” katanya membandingkan dengan minyak kelapa. Sementara minyak zaitun, meski diketahui sehat, harganya lebih mahal.

Menggoreng kroket juga mesti menggunakan banyak minyak agar tingkat kematangannya merata. “Menggoreng kroket juga harus dengan api kecil supaya tidak cepat gosong di luar dan renyahnya rata,” kata Sharly.

Studi Patiseri
Membuat kue dan pastry lebih disukai Sharlly ketimbang memasak. Karena itu ia kuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata (NHI) Bandung, Jurusan Patiseri. “Daripada jurusan lain, lebih baik ambil jurusan yang bisa dipakai untuk buka usaha,” kata istri dari Erwin Tjiam ini. Dari sekolahnya itu ia belajar membuat kue dan pastry. Mulai dari jajanan pasar Nusantara, dessert Asia, hingga kuliner Barat.

Untuk menyalurkan hobi dan mengaplikasikan ilmunya, Sharlly bersama sang bunda yang juga hobi masak, membuka toko kue sekaligus kafe di rumah orangtuanya di Orchird Park, Batam. Mama Pastry nama kafenya. “Yang masak mama. Saya stok kue. Konsepnya masakan rumah. Kuenya semacam kue sus, cheese cake, red velvet,” kata Sharlly.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com