SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ojek Online di Batam Disediakan Makan Siang Gratis, Satu Hari 1.000 Nasi Bungkus

  • Reporter:
  • Rabu, 1 April 2020 | 14:35
  • Dibaca : 2990 kali
Ojek Online di Batam Disediakan Makan Siang Gratis, Satu Hari 1.000 Nasi Bungkus

BATAM – Gerakan sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Asosiasi Korea Selatan untuk Batam (Korean Association in Kepri), Motor Listrik Magnum dan Dinas Perhubungan Kota Batam membagikan 14 ribu bungkus nasi untuk makan siang para driver ojek online di Batam.

14 ribu bungkus nasi tersebut dibagikan selama 14 hari ke depan. “Setiap harinya kami bagikan 1.000 bungkus nasi, selama 14 hari. Jadi totalnya ada 14 ribu bungkus nasi untuk makan siang para driver ojek online, baik itu Gojek ataupun Grab,” kata Ketua Apindo Kepri, Cahya, di kantor Arsikon Group, Batam Center, Rabu (1/4).

 

Cahya menjelaskan terjadinya pandemi corona virus disease (Covid-19) yang terjadi saat ini membuat semua orang terkena dampaknya. Temasuk para driver ojek online yang pendapatanya menurun drastis, karena itu bantuan makan siang tersebut diharapkan tentunya bisa sedikir meringankan beban para driver ojek online.

“Bantuan tersebut belum bisa dirasakan semua oleh driver yang ada saat ini diperkirakan mencapai 5.000 orang, Namun paling tidak bisa sedikit membantu sebagian masyarakat Kota Batam tersebut. Kami kerjasama dengan pihak Gojek dan Grab, karena mereka yang tahu mana saja anggotanya,” papar Cahya.

 

Ketua Asosiasi Korea Untuk Batam, Sonia Kong bantuan makan siang gratis tersebut diharapkan tentu bisa mengurangi sedikit beban para driver ojek online yang memang terkena langsung dampak Covid-19. Asosiasi Korea Untuk Batam sendiri merupakan perkumpulan warga Korea Selatan yang ada di Batam.

“Anggota kami di Batam ada sekitar 150 orang, kami di sini tentunya juga ingin bersama-sama membantu pemerintah melawan Covid-19 ini,” kata Sonia.

Zulhanes salah satu driver ojek online mengatakan pihaknya sangat menyambut baik atas kepedulian para pengusaha yang ada di Batam. Sejak adanya peyebaran Covid-19 tersebut diakuinya pendapatannya memang mengalami penurunan drastis diperkirakan hampir 60 persen.

“Saat ini mungkin go-food saja yang kami layani, itu pun tidak banyak. Kalau penumpang memang masih ada beberapa tapi jumlahnya turun drastis,” katanya.

ahmad rohmadi

1 Komentar

  1. Yanti sumardi Kamis, 2 April 2020

Theme Portal Berita TUX_URL.com