SINDOBatam

Terbaru Metro+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Parah, Obat di RSUD Batam Kosong

Parah, Obat di RSUD Batam Kosong
RSUD Embung Fatimah. /Agung Dedi Lazuardi

BATAM KOTA – Pemerintah Kota (Pemko) Batam meminta bantuan Pemrov Kepri untuk mengatasi kokosongan obat yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah saat ini. Sering tidak adanya obat membuat pelayanan tertanggu. Permasalahan ini sebelumnya juga sudah disorot oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri yang mendesak Pemko untuk segera menyelesaikan masalah yang ada.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengakui kekosongan obat di rumah sakit pelat merah tersebut sering dikeluhkan masyarakat. “Saya sudah bertemu dengan Pak Gub, untuk meminta bantuan. Kami harapkan ada bantuan dari Provinsi Kepri,” kata Rudi, Sabtu (20/1/2018).

Rudi juga sudah memperintahkan Direktur RSUD Embung Fatimah, Ani Dewiyana mendata obat-obatan yang kosong untuk diajukan ke Pemprov Kepri. Sebab, bantuan yang akan diberikan dalam bentuk obat bukan uang. Rencananya pekan depan akan dilakukan pertemuan antara perwakilan Pemko Batam dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri untuk membahas hal tersebut. Dengan harapan kekosongan obat bisa segera mendapat pasokan dari Pemprov.

Sedangkan terkait utang RSUD Embung Fatimah sebesar Rp21,9 miliar diakuinya sudah dijadikan barang temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam laporan hasil pertanggungjawaban. Rudi menyatakan sudah meminta kepada pihak-pihak yang menggunakan uang tersebut untuk segera mengembalikannya.

“Kita ada uang, tapi kalau untuk bayar (utang) yang lama sama saja kita gali lubang lagi. Karena itu saya sudah sampaikan kepada pihak yang menggunakan uang itu supaya dikembalikan,” jelasnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com