SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pasokan Lancar, Harga Telur Justru Naik

  • Reporter:
  • Jumat, 13 Juli 2018 | 09:39
  • Dibaca : 100 kali
Pasokan Lancar, Harga Telur Justru Naik
ilustrasi.

BENGKONG – Harga telur di tingkat pedagang sejak sepekan terakhir naik dua kali lipat hingga Rp2.000 per butir dari harga wajar. Pasokan diyakini aman dan lancar, tapi pemko akan menelusuri penyebab di balik kenaikan harga telur.

Harga telur di pasaran terus naik mencapai Rp2.000 per butir sejak sepekan terakhir. Padahal saat puasa paling mahal Rp1.400 per butir dan sempat menyentuh Rp1.700 per butir setelah lebaran.

Runi, salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Bengkong Harapan menyebut kenaikan harga telur terjadi sejak sepekan belakangan. Kenaikannya perlahan mulai dari Rp1.700 sampai akhirnya menyentuh Rp2.000.

Yang bikin Runi heran, kenaikan harga kali ini di luar kebiasaan ketimbang tren kenaikan setiap usai Ramadan dan Lebaran beberapa tahun belakangan. Runi yakin harga telur biasanya berangsur turun setelah Lebaran usai. Kenaikan harga dinilai tidak wajar.

“Sekarang naik justru setelah lewat Lebaran. Naiknya juga enggak tanggung-tanggung, lebih tinggi dari puasa dan Lebaran,” ujar Runi saat ditemui di warungnya, kemarin.

Pedagang yang sudah berjualan lebih dari tujuh tahun itu merasa kenaikan kali ini yang paling tinggi. Dia berpendapat harga Rp2.000 per butir sudah melewati batas wajar jika dibandingkan kenaikan harga dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan harga telur juga membuat pembeli berpikir dua kali. Novia, warga Bengkong misalnya, memilih jalan lebih jauh ke pasar ketimbang beli telur di warung kelontong tak jauh dari rumahnya. Bila beli di warung kelontong, harganya paling murah Rp2.000 per butir. “Mending beli di pasar bisa sedikit lebih murah,” ujar Novia.

Kondisi serupa juga ditemui di distributor besar di kawasan Batuampar. Harga telur yang biasanya dibanderol Rp1.200 sampai Rp1.300, kemarin dijual Rp1.700 per butir. “Sudah naik dari agennya,” ujar Amin, pemilik toko.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Zarefriadi sudah mendapat informasi gejolak harga telur. Dia mengatakan kenaikan harga telur terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Pemko juga mulai menyiapkan langkah-langkah menghadapi gejolak tersebut. “Disperindag, TPID dan Satgas Pangan sedang menganalisa dan mencari penyebab utamanya,” ujar Zarefriadi, kemarin.

Mantan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam ini menilai harga telur yang mencapai Rp2.000 per butir belum mengkhawatirkan. Begitu juga dengan pasokan yang sejauh ini dirasa aman sehingga dampak kelangkaan bisa dihindari. Alasan utamanya karena Batam bisa memasok telur dari sentra peternakan di beberapa lokasi di kota ini.

Tapi dia menegaskan pihaknya bersama tim akan menelusuri penyebab kenaikan harga. “Dalam satu atau dua hari ini saya dan tim akan turun ke lapangan,” ujar dia.

Berdasarkan catatan KORAN SINDO BATAM, Kota Batam selama ini bergantung pasokan dari Medan, Sumatera Utara yang diperkirakan mencapai sekitar 90 persen dari total kebutuhan dan sebagian dari Pulau Jawa. Hingga akhir 2015, tercatat kebutuhan telur kota ini mencapai di kisaran 16.000 ton per tahun atau setara 969.500 butir per hari.

Adapun produksi telur lokal hanya mampu memasok 10 persen dari total kebuthan atau sekitar 7,5 ton per hari atau setara 60.000 butir. Data tahun 2015 itu juga mencatat harga beli telur dari Medan senilai Ro825 butir dan dijual di pasaran Batam di kisaran Rp1.000 sampai Rp1.200 per butir. fathurohim

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com