SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pedas dan Segar Masakan Medan

  • Reporter:
  • Rabu, 19 April 2017 | 09:31
  • Dibaca : 514 kali
Pedas dan Segar Masakan Medan

Di Batam, masakan Medan sangat mudah dijumpai. Yang paling digemari lontong sayur Medan. Kuahnya yang merah dan kental bikin ketagihan. Ada juga sup miso yang pedas dan segar.

Cukup banyak kedai dan restoran menyuguhkan masakan Medan. Lontong Medan menjadi menu wajib ada. Di Kedai Kak Tari di areal SPBU Vitka Farma, Tiban Ayu, Batam, menu sarapan ini berwarna kemerahan dan kental. Butiran kacang kedelai dan aroma tauconya membuat lontong Medan begitu khas.

Sang pemilik kedai, Tari, mencampurkan beberapa kondimen dalam lontong sayur yang ia buat. Menurut Tari, pembuatan lontong, tauco, dan kuahnya tak gampang. “Lebih rumit masak lontong Medan. Soalnya harus masak lontong, tauco lagi. Dan itu bahannya banyak,” katanya, Selasa (18/4).

Yang membuat lontong sayur ini sedap adalah kuah kentalnya. Kuah dibuat dari perasan santan yang diberi bumbu. Memasaknya kurang lebih 10-15 menit. Isianya berupa potongan labu siam dan wortel. “Sayurnya tergantung selera. Bisa juga diganti dengan nangka muda dan kacang panjang,” katanya.

Tari memilih tauco Medan untuk lontongnya karena memiliki citarasa tersendiri. Tauco tersebut kemudian ditambah potongan tempe, ikan bilis goreng, dan kacang panjang. “Rasa tauco itu yang segar,” kata Tari. Untuk tumisan tauco ia mencampurkan tauco, cabai hijau, tempe goreng yang dipotong dadu, dan kacang panjang. “Semua bahan-bahan dimasukkan dan ditumis pedas-pedas,” katanya.

Tari membungkus lontong dengan daun pisang agar aromanya lebih harum. Sebagai pelangkap, ditambahkan bihun, juga dari Medan. Menurut dia, rasa bihun ini berbeda. Warnanya putih seperti susu.

Satu porsi lontong sayur Medan di kedai ini dihargai Rp16 ribu. Dalam porsi ini, lontong diberi kondimen telur rebus utuh, perkedel, dan kerupuk merah.
Miso dan Sate Kerang.

Selain lontong sayur, Tari juga menonjolkan sup miso. Miso juga banyak dijumpai di Batam. Namun tari mengaku belum menemukan rasa miso yang pas.

“Belum ada yang ngena di (lidah) aku. Makanya aku tonjolkan miso dengan citarasa aku,” katanya.

Kuah miso menggunakan rebusan daging dan tetelan. “Dari pritilan dan daging yang direndam itu rasanya jadi lebih nikmat. Kuahnya agak putih dan kental. Ciri khas miso Medan ada tetelan sapi,” ujarnya.

Bumbu lainnya: kapulaga, kayu manis, buah pala, daun salam, sereh, dan lengkuas. Bumbu yang dihaluskan adalah bawang merah, bawang putih, dan merica untuk memberikan sensasi rasa pedas.

Tari juga menambahkan suwiran daging ayam ke dalam miso. Sebelum digoreng, ayam di-ungkep lebih dulu. Tapi tak seperti biasanya, Tari tak memakai kunyit untuk ungkepan ayamnya.

Pasangan yang serasi untuk miso adalah sate kerang. Sate kerang dinikmati bersama miso panas, rasanya luar biasa. “Kalau di Medan, miso ibarat bakso. Jadi pakai sate kerang. Ada jual miso pasti ada jual sate kerang. Dan itu banyak kali,” ucap Tari dengan logat Batak yang kental.

Nikmatnya Es Cendol Tapai
Kedai Kak Tari juga menyuguhkan minuman segar es cendol. Tapi bukan cendol biasa, melainkan dicampur dengan buah nangka dan tapai. Menu dessert ini memang bukan berasal dari Medan.

“Orang Medan itu sukanya cendol. Apalagi kalau dicampur tapai. Wah.. itu sudah lah nikmat kali,” ujar Tari, pemilik Kedai Kak Tari.

Es cendol di kedai ini menggunakan gula merah (aren) yang dimasak kental dan santan kental. Gula santan ini dimasak bersama daun pandan agar aromanya wangi dan rasanya makin nikmat.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com