SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pembebasan Lahan Jembatan Sanur Rp10 Miliar

  • Reporter:
  • Senin, 9 Juli 2018 | 10:03
  • Dibaca : 128 kali
Pembebasan Lahan Jembatan Sanur Rp10 Miliar
Bupati Karimun Aunur Rafiq. / Dok KORAN SINDO BATAM

KARIMUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun menganggarkan dana sebesar Rp10 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018 untuk pembebabasan lahan penghubung antara Coastal Area dan Jembatan Sani Nurdin (Sanur) di Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing.

Pembebasan lahan untuk melanjutkan kembali pembangunan jalan yang menghubungkan jalan Coastal Area menuju Jembatan Sanur. Saat ini, lahan yang belum dibebaskan tersebut masih belum dilakukan pengaspalan, sehingga warga yang ingin ke Jembatan Sanur harus melewati tanah kuning di area itu.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, saat ini masih dalam proses pembebasan lahan. Sejak dibangun pada tahun 2012 lalu lahan masih terbengkalai dikarenakan masih belum adanya anggaran untuk pembebasan lahan.

“Saat ini sedang dilakukan pembayaran pembebasan lahan. Kami sudah anggarkan di APBD 2018 dan sedang diproses. Kalau pembayaran sudah dilakukan baru akan dilanjutkan,” ujarnya, belum lama ini.

Dalam pembebasan lahan nantinya akan ada melibatkan tim yang bertugas untuk mengkaji status tanah yang secara teknisnya berdasarkan undang-undang. Pemkab Karimun, sambungnya, telah anggarkan sebesar Rp10 miliar untuk pembebasan lahan itu.

“Kami harus membebaskan lahan terlebih dahulu baru bisa melanjutkan,” katanya.

Sebelumnya tahun 2015 lalu tim yang dibentuk Pemkab Karimun tidak dapat membayar ganti rugi lahan karena tersandung permasalahan status hutan lindung di sekitar lokasi. Dan pada tahun 2016 Pemkab alami defisit anggaran sehingga belum dapat membayar pembebasan lahan.

“Pada 2017 kami anggarkan Rp4 miliar, tapi tidak bisa direalisasikan karena tidak boleh sepotong-sepotong, harus sekaligus. Makanya tahun ini kami anggarkan lagi sebesar Rp10 miliar,” kata Rafiq.

Menurut dia, Pemprov Kepri berencana akan mengambil alih pembangunan jembatan karena dinilai merupakan proyek yang cukup besar dan telah menelan anggaran ratusan juta.

“Mengenai jalan itu telah kami serahkan ke provinsi, dan ada juga jadi jalan kabupaten. Pembayaran lahannya kabupaten, kelanjutannya baru Provinsi,” ujarnya. ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com