SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemko Tinjau Ulang Izin Perusahaan Limbah Plastik

  • Reporter:
  • Rabu, 13 Maret 2019 | 15:13
  • Dibaca : 172 kali
Pemko Tinjau Ulang Izin Perusahaan Limbah Plastik
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Foto Agung Dedi Lazuardi.

SEKUPANG – Polemik perusahaan pengolah limbah plastik yang beroperasi terus berlanjut. Pemko Batam memastikan akan meninjau ulang perizinan seluruh pabrik asal China tersebut. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam juga akan menindak tegas bagi perusahaan yang beroperasi tanpa memiliki izin lingkungan.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengaku sudah mengantongi nama-nama perusahaan pengolah limbah plastik yang beroperasi saat ini. Ia sudah memperintahkan DLH Kota Batam untuk menindak tegas perusahaan-perusahaan yang beroperasi tanpa melengkapi izin dari Pemko Batam.

“BP (Badan Pengusahaan) Batam boleh mendatangkan investor ke Batam. Tapi juga harus koordinasi dengan kami, mana yang bisa dan mana yang tidak bisa,” ujarnya di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (12/3).

Menurut dia, Pemko Batam mendukung penuh kegiatan investasi yang masuk ke Batam. Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Sejak awal pihaknya tidak setuju dengan masuknya perusahaan pengolah limbah plastik karena dikhawatirkan akan dapat mencemari lingkungan dan memberikan dampak bagi kesehatan masyarakat.

Itu sebabnya Pemko terus memberikan atensi terhadap perusahan yang mayoritas dari China ini. Karena limbah plastik yang diolah oleh perusahaan itu adalah limbah-limbah yang dimpor dari luar negeri. “Intinya yang tidak ada izin semua akan kami hentikan. Sedangkan yang sudah ada izin akan ditinjau ulang,” katanya.

Rudi juga akan mempertimbangkan jika yang diolah adalah limbah-limbah plastik lokal, khususnya yang ada di Batam. Namun jika bahan bakunya adalah limbah plastik yang diimpor dari luar negeri, ia tidak akan memberikan izin. Sebab, Rudi menilai banyak memberikan dampak negatif.

Kemudian, terkait dengan nasib para karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut, Rudi mengaku saat ini belum mengatahui jumlah pastinya. Namun berdasarkan laporan yang diterimanya sebagian besar pekerjanya adalah tenaga kerja asing (TKA).

“Berapa sih jumlah pekerjanya. Kalau dibanding dengan risikonya mana yang lebih berbahaya. Karena jika dibiarkan tidak hanya mengancam lingkungan, tapi juga kesehatan kita,” jelas Rudi.

Kepala DLH Kota Batam Herman Rozie mengatakan, saat ini diperkirakan ada 50 perusahaan pengolah limbah plastik yang beroperasi di Batam. Sedangkan terkait dengan tindak lanjut pasca penyegelan PT San Hai di Tanjunguncang, secara resmi sudah membuat berita acara pemeriksaan (BAP). “Kami sudah memanggil HRD PT San Hai, baru satu orang yang datang. Kami terus panggil mereka. Ada lima orang yang kami panggil,” katanya.

Dari pengakuan HRD PT San Hai, bahwa ada beberapa pekerja asing yang bekerja diberbagai posisi. Seperti, accounting, pengawas, memilah sampah, mekanik. Hasil dari sidak kemarin kata Herman, menemukan perusahaaan tersebut tidak memiliki izin. Begitu juga dengan TKA yang bekerja.

“Dari kemarin, pengakuannya ada 20-an buruh kasar termasuk TKA. Fakta di lapangan ada accunting, pengawas, memilah sampah dan mekanik. Mereka tidak bisa bahasa Indonesia, jadinya kami menggunakan bahasa isyarat,” kata Herman. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com