SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pengawasan Disnaker Kepri Lemah, Pemilik PT Nagano Kabur Tinggalkan Karyawan

  • Reporter:
  • Kamis, 13 September 2018 | 15:11
  • Dibaca : 147 kali
Pengawasan Disnaker Kepri Lemah, Pemilik PT Nagano Kabur Tinggalkan Karyawan
ilustrasi

SEIBEDUK – Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Aman menilai, kaburnya pemilik PT Nagano Drilube Indonesia, Masayuki Futakata yang diduga pulang ke negaranya merupakan bukti lemahnya pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kepri terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di Kepri.

“Kami sangat prihatin ketika ada manajemen perusahaan kabur meninggalkan karyawannya. Pengawasan dari instansi terkait sangat lemah,” ujarnya di DPRD Batam, Rabu (12/9/2018).

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, kata dia, pengawasan tenaga kerja dan perusahaan asing menjadi kewenangan provinsi. Sementara keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berada di provinsi sangat sedikit untuk mengawasi perusahaan di kabupaten/kota.

“Kami melihat pengawasan jadi terabaikan di kabupaten/kota. Khususnya Batam, hampir sebagian perusahaan di Kepri ini, separuhnya ada di Batam,” katanya.

Menurut dia, kejadian ini akan terus terjadi jika pengawasan terhadap perusahaan tidak diperketat seperti seluruh hak-hak karyawan terpenuhi. Sebelumnya, manajemen PT Hantong Precesion Manufacturing juga terlebih dahulu kabur meninggalkan karyawan dengan tunggakan gaji yang harus dibayarkan.

Ia menyarankan agar pemerintah daerah meminta jaminan investasi kepada perusahaan yang akan menanamkan modalnya. Langkah itu bertujuan untuk mengantisipasi persoalan yang tidak diinginkan seperti kaburnya pemilik perusahaan ke negara asalnya. “Kalau kabur maka itulah menjadi aset untuk mengganti hak karyawan,” katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Batam Gustian Riau mengatakan, belum menerima pemberitahuan secara resmi hengkangnya PT Nagano Drilube Indonesia.

Ia menambahkan, setiap perusahaan wajib melaporkan kegiatan investasinya ke Badan Kegiatan Penanaman Modal (BKPM) dan DPM PTSP kabupaten/kota. “Dalam enam bulan ini belum ada laporan ke Pemko Batam. Sampai detik ini tidak ada pemberitahuan,” katanya.

Sementara itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam masih mengumpulkan sejumlah informasi terkait dengan kabar kaburnya manajemen PT Nagano Drilube Indonesia. Perusahaan subkon asal Jepang yang bergerak di bidang coating tersebut meninggalkan sekitar 53 karyawan.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ady Soegiharto mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait kaburnya manajeman perusahaan asal Jepang ini. “Kami masih koordinasi dengan sejumlah pihak. Jadi besok (hari ini) kemungkinan saya baru bisa update, karena saya masih di Jakarta,” kata Ady, Rabu (12/9).

General Manager Affair Batamindo Tjaw Hoeing membenarkan bahwa Presiden Direktur (Presdir) PT Nagano Drilube Indonesia sudah tidak bisa dihubungi sejak pekan lalu.
Tjaw mengatakan PT Nagano Drilube Indonesia sudah beroperasi sejak tahun 1996 lalu. Pihaknya menduga menghilangnya Presdir Nagano karena permasalahan finansial. Pihaknya saat ini masih terus berusaha untuk meminta pertanggungjawaban pemilik perusahaan tersebut.

“Presdir ini hanya sebagai pekerja, sedangkan pemilik perusahaan ada di Jepang. Saya sudah meminta pertanggungjawaban mereka,” kata Tjaw

Selaku pengelola kawasan Industri Batamindo, Tjaw mengaku pihaknya juga terus berkoodinasi dengan Pemko dan BP Batam. Ia berharap pemerintah bisa turut serta membantu menyelesaikan permasalahan ini dan memperjuangkan hak-hak karyawan PT Nagano Drilube Indonesia.

Terlebih lagi peran BP Batam sangat dibutuhkan, pasalnya sebagai lembaga perpanjangan tangan pemerintah pusat di Batam tersebut juga memiliki kantor perwakilan di Jepang. Sehingga diharapkan bisa memfasilitasi untuk bertemu langsung pemilik perusahaan di Jepang. “Kami berarap pemerintah bisa membantu. Apalagi BP Batam punya kantor perwakilan di sana (Jepang),” katanya. iwan sahputra/ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com