SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penyelundup 2.358 Ponsel Berhasil Kabur

  • Reporter:
  • Selasa, 9 Oktober 2018 | 09:04
  • Dibaca : 224 kali
Penyelundup 2.358 Ponsel Berhasil Kabur
Danlanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan menunjukkan 2.358 ponsel yang akan diselundupkan ke Batam di Perairan Pulau Dangsi, Sagulung, Batam, Minggu (7/10). /ARRAZY ADITYA

BATAM – Tim F1QR Lanal Batam dengan Patkamla Sea Rider 2 berhasil mengagalkan penyelundupan 2.358 ponsel di Perairan Pulau Dangsi, Sagulung, Batam, Minggu (7/10). Namun sayang, pelaku berhasil kabur dari kejaran petugas.

Danlanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan mengatakan, aksi penyelundupan ponsel ini berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya aktivitas speedboat fiber yang mencurigakan. Kata dia, awalnya informasi itu diduga membawa narkoba dan minuman keras.

“Setelah kami amankan, kita temukan ponsel yang dikemas dalam 66 dus,” kata dia, Senin (8/10).

Selanjutnya Tim F1QR Lanal Batam dengan menggunakan Patkamla Sea Rider 2 Lanal Batam melaksanakan patroli penyekatan di beberapa titik yang kemungkinan akan dilalui oleh speedboat bermuatan barang ilegal tersebut.

Kata dia, sebelum melakukan penyergapan, pada Sabtu (6/10), tim F1QR Lanal Batam dengan Patkamla Sea Rider 2 melaksanakan pemantauan terlebih dahulu. Sekira pukul 21.35 sambungnya, tim melihat adanya 1 buah speedboat tanpa nama mengarah ke Sungai Pengabu dan selanjutnya Tim F1QR dengan Patkamla Sea Rider 2 menuju ke arah speedboat tersebut di perairan Muara Sungai Pengabu.

“Pelaku mencoba melarikan diri dengan menambah kecepatan dan berusaha menerobos ke bakau sampai akhirnya terperosok ke dalam bakau. Kedua pelaku berhasil melarikan diri, dan ponsel ini juga hampir dibakar pelaku untuk menghilangkan jejak dengan menyiram bensin,” ujarnya.

Kata Iwan, barang elektronik berupa ponsel yang berhasil diamankan berupa handpone sebanyak 66 dus sebanyak 2.358 picis dengan berbagai merek antara lain Apple, Xiaomi, Vivo, Oppo, Sony Experia dan Advan.

“Kalau dibilang kerugian negara, mencapai miliaran rupiah dari aksi penyelundupan ini. Nanti semua ponsel ini akan kami lelang,” ucapnya.

Ia menduga aksi penyelundupan ini ditopang beberapa pengusaha di Batam. Hal ini dapat dilihat dari berbagai merek ponsel yang diamankan. “Dugaan kita ini pengusaha di sini (Batam), kami akan terus menyelidikinya,” ucapnya.

Aksi penyelundupan dengan menggunakan speedboat berkecepatan biasa, merupakan pertama kalinya ditemukan. Selama ini kata Iwan, berbagai aksi penyelundupan hingga pengiriman orang keluar negeri menggunakan speedboat yang memiliki kecepatan tinggi.

“Saya heran kenapa aksi penyelundupan kali ini menggunakan kapal kecil dan kecepatannya juga standar tidak kencang. Mungkin ini modus baru agar tidak terlacak sama petugas terutama TNI AL,” ujarnya.

tengku bayu

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com