SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pesta Demokrasi dengan Bujet Minim

  • Reporter:
  • Rabu, 2 Oktober 2019 | 14:57
  • Dibaca : 72 kali
Pesta Demokrasi dengan Bujet Minim
ilustrasi

BATAM – Punya pemilih dan TPS terbanyak di Kepri, anggaran Pilkada Batam 2020 dianggap seadanya. Penyusunan anggaran sempat alot karena banyak pos dipangkas.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah mengucurkan anggaran kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam sebesar Rp21,9 miliar. Padahal jumlah pemilih dan TPS terbanyak di Provinsi Kepri berada di Kota Batam yang terdiri dari 1.229.424 pemilih dengan 2.970 TPS.

“Jumlah pemilih dan TPS ini berkaitan dengan pengadaan kebutuhan logistik yang banyak menyedot anggaran sangat besar,” kata Anggota KPU Kota Batam Zaki Setiawan, Selasa (1/10).

Ia mengatakan, Kota Batam adalah salah satu daerah yang ikut melaksanakan pilkada serentak pada tahun 2020. Untuk seluruh Indonesia, sekitar 270 daerah akan menyelenggarakan pilkada, terdiri dari 9 provinsi, 37 kota, dan 224 kabupaten.

Di Kepri, daerah yang melaksanakan pilkada selain Batam adalah Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, Kabupaten Anambas, dan Provinsi Kepri.

Dibanding kabupaten/kota lain di Provinsi Kepri, anggaran pilkada di Kota Batam terbilang minim. Alokasi anggaran dari Pemko Batam ke KPU Kota Batam hanya Rp21,9 miliar. Sementara Natuna mendapatkan Rp16,5 miliar, Karimun Rp16,4 miliar, Bintan Rp12,75 miliar, Anambas Rp12 miliar, dan Lingga Rp9,5 miliar.

Padahal dari sisi jumlah pemilih dan TPS terbanyak di Provinsi Kepri ada di Kota Batam. Data pada Pemilu 2019, dari 1.229.424 pemilih di Provinsi Kepri, sekitar 53 persen atau 650.876 pemilih ada di Kota Batam dengan 2.970 TPS.

Kemudian Karimun 781 TPS, Tanjungpinang 567 TPS, Bintan 428 TPS, Lingga 353 TPS, Natuna 227 TPS, dan Anambas 151 TPS.

Pemko Batam mengucurkan anggaran hibah Pilkada 2020 kepada KPU Kota Batam sebesar Rp21,9 miliar. Anggaran hibah untuk pemilihan wali kota dan wakil wali lota Batam ini dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditandatangani Wali Kota dan Ketua KPU Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (1/10).

Zaki mengatakan, anggaran hibah untuk Pilkada 2020 ini sudah melalui pembahasan bersama antara KPU Kota Batam dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Batam. Besaran hibah mencapai Rp21.913.865.000 yang bersumber dari APBD 2019 dan 2020. Rinciannya, dari APBD 2019 sebesar Rp333.928.000 dan APBD 2020 sebesar Rp21.579.937.000.

“Pencairan anggaran bertahap. Untuk anggaran 2019 pencairannya maksimal 14 hari setelah penandatanganan NPHD,” katanya.

Sementara itu untuk anggaran 2020 pencairannya akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama minimal 40 persen dicairkan paling lambat 14 hari kerja setelah penetapan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Kemudian tahap kedua minimal 50 persen dicairkan paling lambat empat bulan sebelum hari pemungutan suara dan tahap ketiga 10 persen dicairkan paling lambat satu bulan sebelum hari pemungutan suara.

Besaran hibah ini menyusut dari usulan KPU Kota Batam kepada Pemko Batam sebelumnya sekitar Rp27 miliar. Penyebabnya, adanya pemangkasan oleh TAPD Pemko Batam terhadap kebutuhan pendanaan kegiatan pemilihan, baik terkait standar kebutuhan maupun standar satuan harga.

“Dalam pembahasan sempat alot, karena ada pemangkasan-pemangkasan. Kami berharap pemangkasan usulan anggaran Pilkada ini tidak berimbas terhadap potensi menurunnya kualitas dan menghambat penyelenggaraan tahapan Pilkada 2020 di Kota Batam,” ujarnya.

Zaki menjelaskan, Pilkada Serentak 2020 akan digelar pada 23 September 2020. Tahapan pemilihan akan dimulai pada 1 November 2019 dengan sosialisasi pilkada kepada masyarakat. Kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada 1 Januari sampai 21 Maret 2020.

Sejak tahapan tersebut, KPU Kota Batam sudah membutuhkan anggaran, baik biaya sosialisasi maupun untuk honorarium penyelenggara tingkat PPK dan PPS. “Sesuai ketentuan, pendanaan kegiatan Pilkada ini dibebankan pada APBD,” ujarnya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com