SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

PHRI Berharap Pemkab Karimun Turun Tangan, Banyak Hotel Tutup karena Sepi

  • Reporter:
  • Senin, 26 Agustus 2019 | 09:42
  • Dibaca : 114 kali
PHRI Berharap Pemkab Karimun Turun Tangan, Banyak Hotel Tutup karena Sepi
Sejumlah kendaraan melintas di depan Hotel Palapa di Jalan Ampera, kemarin. Hotel ini tutup total sejak Kamis (1/8) lalu. /ERNIS HUTABARAT

KARIMUN – Bisnis perhotelan di Karimun kian memprihatinkan, sejumlah hotel mulai tutup karena merugi. Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Kabupaten Karimun berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun turun tangan memperbaiki kondisi ini.

Ketua PHRI Karimun Khaidir mengatakan, kondisi perhotelan di Kabupaten Karimun kian terpuruk. Pasalnya kondisi perindustrian dan kunjungan wisatawan tak kunjung membaik. Khaidir mengatakan saat ini satu Hotel di Kabupaten Karimun terpaksa menutup usahanya karena tidak mampu lagi untuk memenuhi biaya operasionalnya.

Kahidir menjelaskan, kondisi kurangnya pekerja PT Saipem, adanya persoalan pelayaran Kukup serta persoalan tempat hiburan yang saat ini terhambat sangat mempengaruhi kunjungan wisatawan dan berdampak pada hunian hotel. “Persoalan bisnis perhotelan sekarang sangat serius, bila tidak ditangani segera maka kita kawatirkan akan banyak yang tutup,” Kata Khaidir, Minggu (25/8)

Ia mengaku banyak pemilik hotel yang mengeluh akibat sepinya pengunjung. Kondisi ini membuat perusahaan perhotelan kian tepuruk. Bahkan kondisi ini sudah dirasakan dalam kurun setahun terakhir. “Bertahan saja sudah syukur. Awal bulan lalu satu hotel (Palapa) sudah tutup, nah kita kawatir hal serupa akan terjadi pada hotel lain,” ucapnya.

Disisnggung tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Pemkab Karimun melalui event-event Dinas Pariwisata, Khaidir mengatakan tidak memiliki dampak yang signifikan, menurutnya dampak yang dihasilkan untuk perhotelah sangatlah sedikit. “Dampaknya mungkin ada, tapi tidak begitu berpengarus untuk kesehatan perhotelan,” paparnya.

Dia berharap adanya upaya Pemerintah Daerah membantu penyelamatan kondisi perhotelan di Karimun. Dia mengharapkan adanya kebijakan daerah untuk mendukung pasilitas-pasilitas penunjang seperti perbaikan pelabuhan, tempat hiburan atau tempat penataan wisata lainnya yang dapat memikat wisatawan datang ke Karimun.

“Apalagi masalah hiburan ini, kalau memang masih seperti ini kita pastikan dunia perhotelan tutup. Kita dapat bercermin dari daerah lain. Di Karimun sendiri kita sadari tempat wisata masih minim, jadi apa yang mau dikunjungi wisatawan. Jadi ada baiknya pemerintah daerah mengkaji persoalan ini,” harapnya.

ernis hutabarat

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com