SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Razia Cipta Kondisi, Polisi Batam Amankan 69 Orang

Razia Cipta Kondisi, Polisi Batam Amankan 69 Orang

BATAM – Anggota Sat Reskrim Polresta Barelang bersama polsek-polsek dan Jatanras Polda Kepri serta Satpol PP Kota Batam, melakukan razia Cipta Kondisi (Cipkon) di seluruh wilayah Batam, Sabtu (17/6) malam.

Hasilnya, sebanyak 69 orang terjaring dalam razia tersebut dan satu orang diantaranya langsung masuk sel tahanan, karena tertangkap tangan membawa senjata tajam.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya mengatakan razia diawali dengan apel pasukan di Mapolresta Barelang. “Setelah melakukan apel, semua anggota kami sebar dan anggota Polsek melakukan razia di wilayahnya masing-masing,” ujarnya, Minggu (18/6).

Target razia kali ini, kata Agung, menyisir lokasi-lokasi rawan kejahatan sekaligus memberantas praktik premanisme. Sebanyak 69 orang yang diamankan tersebut merupakan hasil razia dari seluruh anggota kepolisian dan polsek di wilayah hukum masing-masing.

Di Batuampar, setidaknya ada 26 orang yang terjaring razia jelang lebaran ini. Camat Batuampar Tukijan mengatakan dari sejumlah warga yang diamankan mayoritas merupakan pemabuk.

Selain itu juga sejumlah warung internet tak luput dari pantauan tim gabungan ini. “Kami ingin Batuampar khususnya aman. Semalam kita amankan rata-rata pemabuk,” ujarnya.

Selain pemabuk, juga kendaraan bermotor yang tak memiliki surat kelengkapan tak luput dari razia tim gabungan ini. Ada juga satu orang bernama Rikardos Raja yang ikut diamankan karena kedapatan membawa senjata tajam.

Pria 24 tahun itu ditangkap oleh anggota Subdit Jatanras Polda Kepri di seputaran BCA Jodoh. Rikardos langsung diperiksa dan kemudian dijebloskan ke sel tahanan.

Untuk titik yang Sabtu malam dirazia yakni Simpang Batumerah, Tanjung Pantun samping terminal Jodoh, dan juga taman Boulevard.

“Kami hilangkan premanisme di Batuampar. Razia pengamanan ini akan dilaksanakan setiap malam hingga malam takbiran nanti. Razia dilaksanakan berturut-turut,” kata Tukijan.

Sementara di Batuaji, dua remaja di bawah umur yakni Rs (16) dan St (16) digiring ke Polsek Batuaji usai terjaring razia di sebuah warnet yang bersebelahan dengan Kantor Camat Batuaji.

Dari keterangan keduanya, mereka pergi ke Batuaji bersama rekan-rekannya menggunakan sepeda motor. Namun saat polisi menggelar razia, keduanya langsung ditinggal teman-temannya lantaran panik melihat kedatangan polisi.

“Kami tak tau salah apa, kami di dalam langsung disuruh keluar dari warnet, sementara teman-teman kami kabur semua menggunakan lima motor yang kami pakai untuk ke sini,” kata Rs.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Rasmen Simamora menuturkan, razia Cipkon akan terus dilakukan untuk mengamankan sejumlah wilayah di Batuaji. Apalagi saat ini banyak laporan dari masyarakat yang resah terhadap anak remaja yang keluar hingga larut malam.

“Kami amankan anak-anak ini untuk dilakukan pembinaan sebelum dikembalikan ke orang tuanya. Kan kasihan kalau orang tuanya tau, mereka ini perempuan masa keluar hingga larut malam,” ujarnya.

Ia meminta kepada seluruh orang tua lebih memperhatikan anak-anak mereka, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi saat ini tindak kriminalitas bisa mengancam dimana saja dan kapan saja.

“Razia ini untuk menekan angka kriminalitas, apalagi saat ini banyak pelaku kriminalitas yang dilakukan oleh anak di bawah umur. Oleh sebab itu, kita sebagai orangtua harus melakukan pembinaan agar mereka berada di jalan yang benar,” katanya.

muhammad arief/ fadhil/ tommy purniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com