SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Salah Data Putus Sekolah, Kadisdik Anambas Bikin Bupati Kelabakan

  • Reporter:
  • Rabu, 11 April 2018 | 21:27
  • Dibaca : 159 kali
Salah Data Putus Sekolah, Kadisdik Anambas Bikin Bupati Kelabakan
Bupati Anambas Abdul Haris usai membacakan LKPj 2017, kemarin. /jhon munthe

Bupati Anambas Abdul Haris yang sedang membaca LKPj 2017 dibuat kelabakan oleh Dinas Pendidikan. Bagaimana tidak, di hadapan anggota DPRD dan juru warta yang hadir dalam paparan kinerja 2017 Haris menyatakan lebih dari 90 persen siswa putus sekolah.

JHON MUNTHE, Anambas

Haris membacakan perkembangan pendidikan sepanjang 2017 yang disiapkan Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Anambas. Salah satu laporannya soal indikator angka putus sekolah. Laporan inilah yang menjadi tanda tanya.

Angka putus sekolah di Anambas untuk usia 7-12 tahun mencapai 98,14 persen. Kemudian untuk usia 13-15 sampai 95,45 persen dan usia 16-18 82,42 persen.

Data itu menggambarkan seberapa besar anak-anak sekolah di Anambas yang putus sekolah. Jika mengacu data itu berarti hanya 2 persen siswa SD yang masih sekolah, SMP 5 persen dan SMA 18 persen.

Wajar bila kemudian Haris tiba-tiba berhenti membaca laporan, diam sesaat terus mengernyitkan dahi. Dia sadar ada yang salah dengan data tersebut. “Ini Kadisdik data dari mana ?,” ujar Haris di tengah rapat paripurna, Rabu (11/4). “Tolong dicek kembali. Masa hanya beberapa persen saja anak Anambas yang mengenyam pendidikan,” sambung Haris dengan nada tidak percaya.

Komentar Haris belum berhenti. Dia meminta wartawan yang hadir ikut mengecek ulang data yang dia bacakan. Haris khawatir muncul pemberitaan negatif.

“Ini ruangan terbuka ada wartawan. Jadi saya mohon juga kepada rekan-rekan media untuk tidak polos main kutip saja,” ujarnya.

Ruangan yang sebelumnya khusyuk mendengar laporan, terdengar suara bisik-bisik. Tamu undangan yang hadir pun kompak menatap barisan wartawan setelah bupati berbicara.

Beberapa anggota DPRD yang mendengar penyampaian Bupatipun tersenyum. Beberapa yang bersebelahan dengan ?wartawan mengomentari pernyataan yang disampaikan Bupati. “Tuh, temen wartawan. Dengar itu apa yang disampaikan Pak Bupati,” celetuk salahsatu anggota DPRD sambil tersenyum

Suasana senyap di ruangan, tapi tidak bagi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Anambas Andi Agrial. Andi bangkit dari kursinya, terus mondar-mandir. Dia tampak gelisah. “Ada sedikit kesalahan. Angka yang tercantum adalah data yang menempuh pendidikan. Nah sisanya belum menempuh pendidikan,” terang Andi.

Datanya tertukar atau pegawai Dinas Pendidikan salah ketik. Itulah yang terjadi. Data yang dibacakan harusnya adalah Angka Partisipasi Sekolah (APS) berdasarkan kelompok umur. Hanya data ini yang salah, sisanya data Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Melek Huruf tidak ada yang mencurigakan.

Data ini biasanya disusun Badan Pusat Stastistik (BPS) dan dilampirkan dalam publikasi Anambas Dalam Angka setiap tahun. Dengan demikian, jumlah anak tidak sekolah lagi atau putus sekolah adalah sisa dari persentase APS. Jika dijabarkan maka indikator itu yakni kelompok usia 7-12 sebesar 1,86 persen, 13-15 sebesar 4.55 persen dan 16-18 sebesar 17,58 persen.

Bila disandingkan dengan 2016, maka angka partisipasi sekolah (APS) di Anambas tidak banyak berubah. Pada 2016, APS usia 7-12 mencapai 98,51 persen, 13-15 94,93 persen dan 16-18 sampai 90,08 persen.

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com