SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Serapan APBN di Kepri Minim

  • Reporter:
  • Rabu, 18 Juli 2018 | 14:04
  • Dibaca : 65 kali
Serapan APBN di Kepri Minim
ilustrasi

PINANG – Realisasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kepri masih minim. Hingga 30 Juni, hanya terserap Rp2,6 triliun atau 33,02 persen dari total Rp7,9 triliun. Anggaran tesebut meliputi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan Dana Desa.

“Bila dibandingkan periode yang sama tahun 2017, serapan anggaran di Provinsi Kepri mengalami penurunan sebesar 0,32 persen. Tahun 2017 mencapai sebesar 33,35 persen,” kata Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepri Heru Pudjo Nugroho di Tanjungpinang, Senin (16/7/2018).

Ia mengatakan, capaian penyerapan anggaran dari rata-rata nasional hingga akhir semester I tahun 2018 adalah
34,65 persen. Angka tersebut tegasnya lebih tinggi bila dibanding dengan periode sama tahun 2017 yang hanya mencapai 33,52 persen. Adapun penyerapan anggaran yang di bawah rata-rata nasional di antaranya, belanja barang, belanja modal, dan belanja bantuan sosial. Ketiganya masih kurang optimal.

“Penyerapan anggaran yang dianjurkan di semeseter I seharunya berada di level 40 persen. Hal ini agar tidak terjadi penumpukan penyerapan anggaran di akhir tahun,” ujarnya.

Heru mengatakan, belanja barang masih berada di angka 32,02 persen, atau Rp1,058 triliun, sedikit di atas rata-rata nasional 30,06 persen. Belanja modal di angka 19,34 persen atau Rp370,967 miliar dan masih di atas rata-rata nasional 18,89 persen.

“Begitu juga dengan belanja bantuan sosial masih 0 persen dari pagu Rp5,586 miliar di bawah rata-rata nasional yang telah mencapai 57,73 persen. Angka 0 persen untuk bansos di Kepri ini karena belum ada sinkroniasi dengan jumlah penerima bansos,” katanya.

Untuk lebih detail, serapan di Kepri bila ditinjau dari katagori wilayah/lokasi satker pusat dan perangkat daerah, dimana untuk belanja barang terendah yakni di Kota Batam yang baru mencapai 25 persen. Begitu juga untuk belanja modal yang serapannya terendah ada di Kota Batam yang hanya mencapai 12, 20 persen.

Sedangkan untuk bansos yang mempunyai pagu belanja di Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang. “Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang, per 30 juni 2018 belum merealisasikan anggarannya sama sekali,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, dari total alokasi APBN untuk Provinsi Kepri sebesar Rp7,098 triliun, 20,37 persen dialokasikan untuk membangun proyek strategis pemerintah di sektor infrastruktur di antaranya konektivitas laut, darat, dan udara.

Pada katagori konektivitas laut, capaian per 30 Juni 2018 belum menggembirakan, salah satunya pembangunan/rehab menara suar, rumah jaga/SROP yang pembangunanya tersebar di beberapa lokasi.

“Untuk realisasi anggaran yang terserap baru mencapai 2,29 persen. Hal ini disebabkan ada pengadaan barang yang harus melalui jalur merah dan izin tidak diberikan oleh pihak berwenang dalam hal ini Bea Cukai,” ujarnya.

Demikian juga dengan pembangunan dan pengembangan dermaga curah Pelabuhan Kabil, realisasinya baru mencapai 13,95 persen. Hal ini karena ada riview desain pondasi akibat terdapatnya batu granit di lokasi.

Pada katagori konektivitas darat, capaian 30 Juni 2018 juga belum menggembirakan, di antaranya pembangunan jalan Selat Lampa, Sekunyam dan Penggantian jembatan Sei Sampar, realisasinya masing-masing baru mencapai 20 persen.

“Sama dengan proyek sumber daya air, progres pembangunan bendungan Sei Gong di Batam baru mencapai 21,61 persen, karena terkendala cuaca. Dan pekerjaan embung air baku DAS Kawal di Bintan baru 20,26 persen karena terkendala klaim masyarakat terhadap lahan yang sebenarnya statusnya sudah clear. Dan saat ini masalahnya ditangani TP4D dan pekerjaan dapat dilaksanakan,” ujarnya.

Untuk progres konektivitas udara di tambahkannya, pembangunan Bandara Dabo, Letung, dan Tambelan capaian per 30 Juni 2018 sudah cukup menggembirakan yakni mencapai 44,73 persen.

“Untuk capaian progres pekerjaan konektivitas udara sudah baik, dan ini harus terus dipertahankan hingga akhir tahun anggaran 2018 ini,” harapnya.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com