SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tekan Kekerasan Terhadap Anak di Panti Asuhan

  • Reporter:
  • Selasa, 25 April 2017 | 11:27
  • Dibaca : 385 kali
Tekan Kekerasan Terhadap Anak di Panti Asuhan
Rakernas LKSA

LUBUKBAJA – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak-Panti Sosial Asuhan Anak (LKSA-PSAA menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Forum Nasional, Selasa-Kamis (25-27/4) di Goodway Hotel Batam.

Rakernas yang akan dihadiri 700 kepala Panti Sosial Asuhan Anak mengambil tema “Menguatkan Pengasuhan Keluarga Untuk Indonesia Hebat”. Tema ini diangkat untuk menjawab isu-isu dan meminimalkan kekerasan yang terjadi di panti.

Sekjen Fornas LKSA-PSAA, Jasra Putra mengatakan, data dan pemberitaan menunjukan kekerasan di panti cukup banyak, seperti kejadian di Panti Khairunnisa Batam, Panti Anak Bangsa di Riau dan di Al-Hijrah Gorontalo. “Dalam rakernas juga akan dilakukan penandatanganan dan komitmen bersama dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) penerimaan, asessment dan mengembalikan anak ke keluarga,” ujarnya di Goodway Hotel, Senin (24/4).

SOP yang merupakan penjabaran teknis dari Standar Nasional Pengasuh Anak (SNPA). Oleh sebab itu Fornas LKS sudah menyiapkan 52 nama asesor yang telah dilatih untuk siap mendukung dan mensukseskan percepatan proses akreditasi panti asuhan yang dilakukan oleh pemerintah dengan target 2.000 lembaga pada 2017.

Wakil Ketua Nasional Fornas, Kyai Ahmad Suhairi menuturkan, forum ini dibentuk dalam menciptakan kemandirian panti asuhan dan juga pelayanan yang ada di panti asuhan. “Kami akan menggali permasalahan-permasalahan panti yang ada di Indonesia tentunya,” jelasnya.

Mengenai akreditasi, Jasra menghimbau yayasan yang belum terdaftar di Dinas Sosial (Dinsos) untuk segera mendaftar dan menghindari hal-hal negatif. “Akreditas ini dinilai dari lembaganya. berapa orang yang memiliki kesehahteraan sosial dan sejauh mana panti ini mengembangkan layanan,” katanya.

Akreditasi sangat penting guna mencegah dan mendeteksi dini kekerasan fisik dan psikis terhadap anak, juga memperoleh peta kualitas layanan. Untuk itu, dalam Rakernas 2 LKSA ini akan membahas beberapa hal, seperti membangun cluster forum yang tak hanya ditujukan untuk anak panti asuhan saja melainkan anak jalanan.
Kemudian membuat komitmen adanya pengasuh anak sesuai SOP, memperjuangkan uang tali asuh untuk 8.500 panti asuhan.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com