SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

UKM Natuna Dapat Pinjaman Modal Rp580 Juta

  • Reporter:
  • Kamis, 26 September 2019 | 12:14
  • Dibaca : 73 kali
UKM Natuna Dapat Pinjaman Modal Rp580 Juta
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti dan perwakilan Pertamina bertemu pelaku UKM di ruang kerja Wakil Bupati Natuna, Selasa (24/9). /SHOLEH ARIYANTO

NATUNA – Sejumlah pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Natuna mendapatkan bantuan pinjaman modal usaha secara bergulir dari PT Pertamina. Bantuan tersebut dikucurkan Pertamina melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) 2019.

Adapun total pinjaman modal itu mencapai Rp580 juta. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya, sebesar Rp400 juta.

Akad penyerahan bantuan modal usaha bergulir dari pihak Pertamina kepada para pelaku UKM tersebut, disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, Kepala Disperindagkop Natuna Agus Supardi, Kepala Bagian Migas Setda Natuna Faisal Firman dan Ketua IWAPI Natuna Hasuyanti di ruang kerja Wakil Bupati Natuna, Selasa (24/9).

Wabup Ngesti meminta kepada para pelaku UKM yang telah mendapatkan dana kemitraan program CSR dari Pertamina, agar mempergunakan bantuan tersebut untuk tambahan modal usahanya.

“Gunakanlah bantuan ini dengan sebaik mungkin, untuk tambahan modal usaha. Jangan sampai duitnya dipakai untuk membeli yang lain. Kami ingin tahun depan usahanya sudah berkembang,” pinta Ngesti.

Ngesti menjelaskan, bantuan dana kemitraan bergulir CSR dari Pertamina tersebut sudah memasuki tahun kedua. Dan rencananya bantuan serupa akan kembali diterima oleh para pelaku UKM di Natuna pada tahun 2020 mendatang.

Kata Ngesti, bantuan tersebut nantinya akan dikembalikan oleh para penerima kepada pihak Pertamina, dengan sistem angsuran selama 3 tahun, dengan jasa yang sangat rendah. Yaitu hanya 3 persen dari jumlah yang dipinjam para penerima bantuan dana kemitraan.

“Ada kriteria yang diberikan oleh Pertamina untuk calon penerima bantuan dana kemitraan ini. Di antaranya usahanya sudah berjalan sekurang-kurangnya enam bulan atau satu tahun. Jadi kalau baru mau mulai buka usaha, tidak bisa mengajukan pinjaman,” terang Ngesti.

Ngesti pun berpesan kepada 13 calon penerima bantuan dana kemitraan CSR Pertamina, agar tidak menunggak saat membayar angsuran. Supaya nantinya pihak Pertamina tetap mempercayakan bantuan tersebut kepada para UKM binaannya tersebut.

“Kalau nanti mengalami kendala saat pembayaran angsuran, harap segera hubungi pihak Pertamina. Jangan diam-diam saja. Supaya mereka tahu apa kendalanya,” saran Ngesti.

Ke depan Ngesti berharap, juga diadakan pelatihan dan pembinaan kepada setiap pelaku UKM yang ada di Kabupaten Natuna. Supaya nantinya mereka bisa berkembang dan dapat meningkatkan perekonomian mereka secara mandiri.

sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com