SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Anak Wali Kota Tanjungpinang Tersangka Politik Uang

  • Reporter:
  • Rabu, 22 Mei 2019 | 10:10
  • Dibaca : 711 kali
Anak Wali Kota Tanjungpinang Tersangka Politik Uang
Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang Rizky Rahmatullah saat ditemui di ruangannya F Muhammad Bunga Ashab

PINANG – Tiga calon legislatif (caleg) daerah pemilihan (Dapil) 2 Tanjungpinang, yakni Kecamatan Tanjungpinang Timur yang tersandung kasus dugaan politik uang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Tanjungpinang. Ketiga caleg itu adalah dua orang caleg Partai Garuda nomor urut 2 Rantha Fauzi Sembiring dan nomor urut 5 Brando Ahmad Purba. Terakhir, caleg Partai Gerindra nomor 2 M Apriyandi merupakan anak Wali Kota Tanjungpinang Syahrul.

Selain tiga caleg itu polisi juga menetapkan tiga orang lainnya, yakni Warsono, Agustinus dan Yusrizal. Ketiga orang ini merupakan orang yang turut membantu caleg menebar amplop berisi uang saat masa tenang. Penetapan tersangka ini diketahui berdasarkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) tertanggal 14 Mesi yang diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang.

“Benar sudah ada 6 orang tersangka dalam perkara dugaan money politik, tiga caleg dan tiga warga yang turut mendistribusikan amplopnya,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang Rizky Rahmatullah saat ditemui di kantornya, Selasa (21/5).

Rizky menjelaskan, enam tersangka itu terdiri dari tiga berkas perkara, yakni satu berkas untuk tersangka Rantha, satu berkas untuk tersangka Brando dan Warsono, serta satu berkas untuk tersangka Apriyandi, Agustinus dan Yusrizal. Untuk saat ini, kata Rizky, pihaknya masih menunggu perkembangan perkaranya dari penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang.

“Sikap kita selaku jaksa peneliti menunggu hasil penyidikan dari penyidik. Kalau berkas sudah dapat baru kita tentukan sikap,” kata Rizky.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie yang dikonfirmasi terkait pentepan tersangka tersebut belum memberikan keterang lebih lanjut. “Baru besok (hari ini) mau gelar perkara penetapan tersangkanya,” kata Alie yang dikonfirmasi lewat sambungan telepon, kemarin.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tanjungpinang telah melaporkan tiga caleg itu ke Polres Tanjungpinang, Jumat (10/5). Bawaslu menympaikan hasil penyelidikan terhadap perkara dugaan money politic tiga calong legislatif (caleg) Dapil 2 Tanjungpinang Timur telah memenuhi unsur tindak pidana pemilu. Ketua Bawaslu Tanjungpinang Muhamad Zaini mengatakan, unsur tindak pidana pemilu terhadap ketiga caleg itu telah terpenuhi. Dia menuturkan, terpenuhinya unsur tersebut setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi belasan orang (masing-masing caleg). Hasil pembahasan tahap dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Tanjungpinang dengan unsur Bawaslu, Kejaksaan Negeri (Kerjari) dan Polres Tanjungpinang disepakati bahwa unsur pidananya telah terpenuhi.

“Saya pikir poin penting dari penyelidikan terhadap tiga perkara tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana pemilu,” kata Zaini.

Zaini menyampaikan, adapun alat bukti dari tiga perkara tersebut adalah barang bukti bentuk bentuk uang, kemudian ada citra diri dsri selebaran yang terdapat citra diri masing-masing caleg. Barang bukti ini menjadi petunjuk bahwa kuat dugaan melakukan money politic telah terjadi. “Untuk barang bukti bentuk uang masing-masing celeg di bawah Rp1 juta,” kata dia.

Dikatakannya, hasil dari pembahasan Sentra Gakkumdu tiga perkara itu memenuhi unsur tindak pidana sesuai diatur di dalam undang-undang nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum pasal 523 ayat 2 dengan sanksi terhadap terduga atau pelaku money politic yang terjadi pada saat masa tenang dengan ancaman 4 tahun penjara dan denda Rp48 juta. muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com