SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Warga Batam Kaget Tagihan Listrik Bengkak

Warga Batam Kaget Tagihan Listrik Bengkak
Pelayanan di Kantor PLN Batam. Foto Teguh Prihatna.

Tarif Listrik Naik, Pemprov Siap Hadapi Gugatan

BATAM – Kenaikan tarif listrik golongan rumah tangga sebesar 30 persen mengagetkan warga Batam. Gubernur Kepri Nurdin Basirun dinilai tidak memihak kepada warga, karena menyetujui kenaikan tarif listrik di waktu yang tidak tepat.

Friska Nasution, warga Sagulung, mengaku kaget saat harus membayar tagihan listrik untuk pemakaian bulan Maret sebesar Rp363 ribu, naik Rp83 ribu dari biasa sekitar Rp280 ribu. Ia mengaku tak pernah mendapatkan pemberitahuan atau informasi terkait kenaikan tarif listrik tersebut.

“Kok tak ada sosialisasi gitu ya,” katanya di Kantor Pelayanan PLN Batam di Sagulung, Selasa (4/4).

Guru SMP ini berharap kepada Gubernur Kepri untuk dapat meninjau kembali kenaikan tarif listrik. Sebab makin membebani masyarakat, pascanaiknya harga bahan pokok seperti cabai dan gula. “Apalagi nanti ada lagi kenaikan tarif kedua yang 15 persen itu, kondisinya tidak tepat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Zulkarnain. Menurutnya, seharusnya gubernur dan DPRD Kepri tak perlu menyetujui kenaikan tarif listrik yang diajukan oleh PLN Batam. Sebab imbas kenaikan itu akan terasa bagi warga dengan ekonomi menengah ke bawah.

“Kami sangat kecewa dengan wakil rakyat di provinsi. Apapun alasannya, kenaikan ini tidak bisa diterima,” katanya.

Seorang pegawai Kantor Pelayanan PLN Batam di Sagulung mengakui masih banyak warga yang belum tahu naiknya tarif listrik. Mereka baru tahu setelah membayar tagihan listrik dan mendapati adanya lonjakan yang harus dibayar.

“Biasanya nanti di atas tanggal 20 baru ramai yang bayar listrik,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Jeffry Simanjuntak menilai kenaikan tarif listrik Batam tidak menjamin kualitas layanan PLN Batam membaik. “Penyesuaian ini bukanlah yang pertama. Mereka selalu bilang meningkatkan mutu pelayanan setiap kali tarif naik. Faktanya, tetap sama saja kan?” katanya di gedung DPRD Batam.

Jeffry mengungkapkan, salah satu bukti masih buruknya pelayanan PLN Batam adalah seringnya pemadaman bergilir. Bahkan, pemadaman itu terkadang dilakukan sesuka hati dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, sehingga menambah beban pemakaian saat listrik hidup kembali.

“Bagi yang memiliki usaha seperti warnet dan yang berhubungan dengan listrik tentu kecewa, karena kondisi barang elektronik akan cepat rusak,” ujarnya.

Ketua PKB Kota Batam ini juga mengaku kecewa dengan Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan PLN Batam yang tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahulu atas kenaikan tarif listrik Batam. Menurutnya, sosialisasi itu perlu dilakukan untuk menekan terjadinya kegaduhan di tengah masyarakat.

“Ini kan lucu juga, naik mulai 1 Maret. Setelah masyarakat bising di media sosial, baru mereka bilang kalau tarif sudah naik. Inilah kualitas layanan mereka, masih tetap saja buruk,” katanya.

Anggota Komisi I DPRD Batam, Jurado Siburian menambahkan, kondisi perekonomian masyarakat Batam sedang tidak stabil atau lesu. Seharusnya pemerintah daerah memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan, seperti tingginya bahan pokok dan kebutuhan lainnya.

“Pada intinya kami jelas menolak,” kata Jurado.

Memicu Inflasi
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar memastikan kenaikan tarif listrik Batam bakal berdampak pada perekonomian dan inflasi Batam. Hal ini sebagaimana di Tanjungpinang yang telah menaikkan tarif listrik lebih dulu dan memicu inflasi. Lebih dikhawatirkan lagi adalah saat kenaikan tarif listrik tahap kedua pada Juni mendatang, karena bertepatan juga dengan Ramadan dan Idul Fitri.

“Pada bulan tersebut biasanya sering terjadi lonjakan harga bahan pokok dan tiket pesawat terbang yang dapat mendorong inflasi,” ujarnya.

Panusunan menyarankan kepada Pemko Batam dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengatisipasi potensi inflasi. Salah satunya dengan terus memantau komoditas yang potensial mendorong inflasi dan rawan mengalami kenaikan harga saat Ramadan dan Idul Fitri.

“Harus dicari solusinya dari sekarang. Kemarin juga sudah kami sampaikan saat rapat koordinasi,” ujarnya.

Pemprov Kepri Bersiap
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Kepri, Amjon mengatakan, Pemprov Kepri siap menerima konsekuensi digugat dan didemo masyarakat atas kebijakan gubernur yang menyetujui kenaikan tarif listrik Batam.

“Pemerintah siap menghadapi gugatan hukum dan aksi demo apabila masyarakat Batam atas kebijakan gubernur menyetujui kenaikan tarif listrik Batam,” katanya di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Menurut Amjon, kenaikan tarif listrik Batam ini tidak bisa ditunda-tunda lagi. Kebijakan gubernur untuk menyetujui kenaikan tarif listrik Batam sudah dilakukan melalui kajian dan pertimbangan. Salah satunya kondisi PLN Batam yang sedang kesulitan dan terancam bangkrut, karena selama sembilan tahun tak pernah menaikkan tarif listrik.

Selama itu, masyarakat Batam membayar listrik di bawah tarif nasional. Sementara daerah lainnya seperti Belakangpadang, Karimun, dan Bintan sudah dikenakan tarif nasional.

“Kalau ada yang merasa keberatan dengan kebijakan gubernur dan akan melakukan aksi demo atau ada yang menggugat secara hukum, itu merupakan hak semua warga negara. Kami tetap akan melaksanakan (kenaikan tarif listrik Batam) ini demi kebaikan bersama,” tegasnya.

Disinggung terkait tidak adanya sosialisasi terlebih dahulu dalam kenaikan tarif listrik Batam, Amjon mengaku bahwa itu sudah dilakukan. Sebab pembahasan kenaikan tarif listrik Batam sudah berjalan selama tiga belas bulan atau setahun lebih. Pembahasan itu melibatkan semua unsur, seperti DPRD Kepri, Yayasan Lembaga Konsumen, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bank Indonesia, serta telah diberitakan semua media.

“Jadi tidak perlu disosialisasikan lagi. Masa kami harus sosialisasi akbar dan mengumpulkan masyarakat Batam lalu mengumumkan pakai pengeras suara dan dilakukan di lapangan,” katanya dengan nada tinggi.

Amjon menjelaskan, gubernur telah meminta komitmen PLN Batam untuk meningkatkan pelayanan, sehingga sebanding dengan apa yang dibayarkan masyarakat. Gubernur juga meminta PLN Batam agar membantu upaya menerangi wilayah Kepri yang belum ada listriknya.

“Jadi harus ada imbal baliknya bagi kesejahteraan masyarakat Kepri,” jelasnya.

Direktur Utama PLN Batam, Dadan Koerniadipoera juga mempersilakan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan protes atas kenaikan tarif listrik Batam tersebut. “Pak Gubernur bilang tarif naik tetapi tetap terang atau tidak naik tetapi jadi gelap. Kan PLN membutuhkan biaya untuk operasional dalam memproduksi listrik itu,” katanya usai bertemu gubenrur.

Menurut Dadan, apabila tarif listrik Batam tidak dinaikkan, maka PLN Batam tidak ada biaya untuk membeli bahan bakar dan lainnya. Apalagi kenaikan tarif listrik Batam masih di bawah tarif nasional. Kalaupun ada keuntungan, PLN Batam akan memberikan kontribusi bagi Kepri dengan menerangai daerah yang belum ada listriknya.

“Soal sosialisasi kan selama ini sudah dilakukan sejalan dengan masa pembahasan. Pembahasannya sendiri berjalan selama setahun lebih, sehingga saya kira masyarakat sudah mengetahuinya,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Dadan, PLN Batam tetap akan sosialiasi yang dilakukan sambil berjalan, karena situasinya tidak pas dan mendesak. Dalam surat keputusan (SK) sendiri menyebutkan bahwa kenaikan tarif listrik Batam berlaku mulai 1 April 2017.

“Kami menjalankan itu atas keputusan gubernur. Kami akan tetap melakukan sosialisasi, sebab kami ini perusahaan penyedia infrastruktur untuk publik, sehingga harus disosilisasikan,” tegasnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengaku telah menyurati dan meminta gubernur untuk meninjau kembali kenaikan tarif listrik Batam. Ia menilai kenaikan tarif listrik Batam tidak tepat, di tengah lesunya perekonomian masyarakat Batam. Kenaikan tarif listrik juga dipastikan akan berdampak pada semua sektor, seperti naiknya harga barang dan inflasi.

“Sampai saat ini PLN Batam juga belum melakukan sosialisasi atas naiknya tarif listrik Batam,” katanya.

iwan sahputra/sutana/ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com