SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

10.390 Hektare Lahan PT LUM Jadi Hutan Desa

  • Reporter:
  • Selasa, 28 Maret 2017 | 13:21
  • Dibaca : 586 kali
10.390 Hektare Lahan PT LUM Jadi Hutan Desa
ilustrasi

MERANTI – Tuntutan masyarakat 7 desa di Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti agar lahan bekas PT LUM seluas 10.390 hektare dikelola warga, terpenuhi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyerahkan lahan eks konsesi perusahaan tersebut ke masyarakat.

“Menteri LHK Siti Nurbaya yang langsung menyerahkan surat keputusan tentang hutan desa itu ke masyarakat saat acara Masyarakat Adat Nusantara di Medan pada 17 Maret lalu,” kata warga Tebingtinggi Timur Abdul Manan di Selatpanjang, Senin (27/3).

Menurut Manan, keputusan KLHK menyerahkan hak kelola hutan untuk masyarakat adalah langkah tepat. Keputusan tersebut akan menjadi yurisprudensi positif bagi pemecahan masalah lingkungan di Indonesia.

“Masyarakat Tebingtinggi Timur sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang telah berpihak ke masyarakat,” katanya.

Manan menjelaskan, meskipun lahan tersebut berada di wilayah 7 desa, namun pengelolaan hutan desa tersebut juga dapat dirasakan oleh masyarakat di 3 desa lainnya. Nantinya, untuk pengelolaan lahan tersebut, setiap desa akan membentuk Badan usaha Milik Desa (BUMDes) ataupun lembaga lain yang berbadan hukum.

“Tujuannya, agar hasil pengelolaan hutan desa itu jelas kemana arahnya, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” kata dia.

Manan mengatakan, penolakan atas beroperasinya perusahaan hutan tanaman industri disebabkan rusaknya mata pencaharian masyarakat setempat. Sebab, aktivitas perusahaan tersebut dinilai akan merusak ekosistem gambut.

“Sementara bagi masyarakat, gambut adalah lahan yang potensial untuk menanam sagu. Apalagi, izin perusahaan melanggar undang-undang, karena wilayah konsesi itu berada di wilayah pulau kecil,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com