SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

BC Batam Amankan Ratusan Ribu Batang Rokok dan Ribuan Botol Miras

BC Batam Amankan Ratusan Ribu Batang Rokok dan Ribuan Botol Miras
Rokok dan miras tangkapan Bea Cukai. Foto Agung Dedi Lazuardi.

BENGKONG – Aparat Kantor Bea dan Cukai (BC) Batam menggerebek tiga toko penjual bahan pokok di kawasan Bengkong pada Selasa (30/5). Penggerebekan tersebut dilakukan bebarengan Operasi Ampadan Bea dan Cukai sejak tanggal 15 Mei hingga 10 Juni mendatang.

Menurut Kepala Bidang Kepatuhan Sarana dan Operasi Kantor BC Batam Raden Evy Suhartantyo tiga toko yang digerebek tersebut karena melakukan pelanggaran barang kena cukai (BKC).

“Dari tiga toko itu kita berhasil menegah 192.224 batang rokok jika dirupiahkan sekitar Rp101.878.720 dan 105 botol minuman keras jika dirupiahkan Rp2.252.250 rupiah,” kata Evy.

Penggerebekan ini merupakan kali kedua sejak Operasi Ampadan digelar. Pertama penindakan empat toko di daerah Tiban dan berhasil diamankan 1.385.800 batang rokok dan jika dirupiahkan rokok itu nilainya Rp734.474.000 dan 1.368 botol minuman keras jika dirupiahkan sekitar Rp36.148.200.

“Operasi ini akan terus kita lakukan, hingga tanggal 10 Juni mendatang. Untuk lokasinya, kita akan mencari informasi dari masyarakat,” ujarnya.

Tujuan operasi ini untuk penegakan hukum agar tidak ada lagi barang yang beredar tanpa cukai, sekaligus menumbuhkan kesadaran pengusaha patuh akan cukai. “Kami ingin semua barang yang beredar di kawasan FTZ telah membayar cukai, kami akan rutin melakukan operasi ini,” kata dia.

Sementara itu, pantauan diruang P2 Kantor BC Batam, beberapa petugas nampak sibuk menghitung jumlah rokok dan minuman yang baru saja ditangkap.

Kabid P2 Kantor Bea dan Cukai Akhiyat Mujayin menambahkan, target Operasi Ampadan ini adalah terhadap BKC yang beredar di Batam, tetapi tidak mendapatkan kuota di FTZ Batam atau mendapat kuota tetapi belum pernah mengajukan CK FTZ. “Jika ada dua barang tersebut beredar, dipastikan ilegal,” ujarnya.

Selain itu, sambung Akhiyat, BKC yang keluar dari FTZ Batam tanpa menggunakan dokumen yang resmi, juga merupakan target dari operasi ini. Misalkan, barang FTZ tetapi beredar di daerah yang tidak di kawasan FTZ. “Kami akan terus menegah barang yang tidak memenuhi kriteria BKC,” kata Mujayin.

Saat ditanyai dari mana rokok itu diproduksi, Akhiyat mengatakan, dari berbagai merk yang beredar di kawasan FTZ ada yang diproduksi di Batam dan ada juga yang diproduksi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. “Tetapi kami juga mendapatkan laporan kalau ada pemalsuan rokok di Batam, kami masih telusuri,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi perederan rokok dan mikol yang melanggar aturan, Mujayin mengaku telah memberikan stiker ke beberapa toko akan bahaya barang selundupan atau barang palsu.

Sementara jutaan rokok dan ribuan botol miras yang diamankan sejak operasi, akan disita dan nantinya akan dimusnahkan. “Untuk pelaku belum ada yang diamankan, tetapi akan kami kembangkan untuk mengetahui hulu dan hilir peredaran rokok dan miras ini,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com