SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Belum Cukup Umur

  • Reporter:
  • Jumat, 9 Maret 2018 | 16:37
  • Dibaca : 146 kali
Belum Cukup Umur

LONDON–Maaf, Tottenham Hotspur sepertinya belum cukup umur untuk menghentikan Juventus di babak 16 besar Liga Champions.

Memiliki modal 2-2 di leg pertama, Tottenham justru kalah 1-2 pada leg kedua di Stadion Wembley, Kamis (8/3). Sejarah Liga Champions menyebutkan, sebelum Tottenham hanya ada dua dari 13 tim yang memiliki hasil imbang 2-2 di kandang lawan pada leg pertama yang gagal melaju ke fase selanjutnya.

Artinya, The Lilywhites hanya 0,2% tim di buku sejarah Liga Champions yang gagal memanfaatkan keuntungan pada pertemuan pertama. Jika alasan modal imbang 2-2 masih kurang untuk mengatakan Tottenham belum cukup umur untuk bersaing dengan Juve, empat alasan lainnya mungkin bisa menguatkan argumen soal “ belum cukupnya umur” Tottenham masuk jajaran elite Eropa.

Pertama, Tottenham unggul lebih dulu melalui Son Heung-min pada menit ke-39 di Stadion Wembley yang menjadi kandang sendiri.

Kedua, mereka cukup beruntung karena wasit tidak memberikan penalti saat gelandang sayap Juve Douglas Costa dijatuhkan Jan Vertongen di kotak terlarang sebelum Son mencetak gol.

Ketiga, tuan rumah memiliki 23 berbanding sembilan tembakan yang dilakukan La Vecchia Signora.

Bedanya, dari 23 tembakan Tottenham, enam mengarah ke gawang yang lima di antaranya berhasil diselamatkan penjaga gawang Gianluigi Buffon, sembilan off target, dan delapan berhasil diblok pemain Juve. Sementara sembilan tembakan Juve, tiga mengarah ke gawang dan dua menjadi gol.

Keempat, Harry Kane yang disebut sebagai salah satu striker terbaik Eropa dan memiliki rasio gol terbaik di sembilan laga perdana Liga Champions dibandingkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, justru dropsaat dibutuhkan.

Dari empat tembakan, hanya satu mengarah ke gawang. Stri ker berusia 24 tahun itu kalah efektif dengan penyerang gaek Juve Gonzalo Higuain, 30, yang hanya melakukan dua tembakan, satu di antarnya menjadi gol pada menit ke-64 dan masih memberikan assist kepada Paulo Dybala tiga menit kemudian.

Jadi? “Kami melakukannya dengan baik. Keberuntungan menguntungkan kepada yang berani sehingga kami men dapatkan keberuntungan itu. Kami memiliki peng alaman dan memanfaatkannya sebaik-baiknya dalam keadaan situasi seperti ini,” kata center back Juve Giorgio Chiellini, dikutip Football-Italia.

Pelatih Juve Massimiliano Allegri kini membawa timnya ketiga kali berturut-turut melangkah ke perempat final. Sesuatu yang tidak pernah dilakukannya bersama AC Milan. Menurutnya, La Vecchia Signora layak lolos ke per em pat final melihat apa yang dilakukan sepanjang pertandingan.

“Pemain dan tim pantas mendapat pujian atas apa yang telah mereka lakukan beberapa tahun terakhir. Kami menunggu waktu yang tepat, menunjukkan kesabaran, dan memenangkan pertandingan. Dari dua leg pertandingan, saya pikir kami pantas lolos,” kata Pelatih Allegri, dikutip Football-Italia.

Pengalaman memang menjadi persoalan Tottenham. Bermain di Liga Champions butuh treatment berbeda, terutama di fase gugur. Tidak cukup bermain menyerang, menguasai bola, tapi butuh juga kecerdasan mengatur napas. Tottenham membutuhkan itu.

Apalagi, melihat pengalaman mereka di Liga Champions. Terakhir mereka lolos ke perempat final pada musim 2010/2011. “Tentu kami sangat kecewa. Tapi, itu bagian dari pertumbuhan. Kami akan terus melangkah meski sangat kecewa,” tutur Pelatih Tottenham Mauricio Pochettino.

ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com