SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Berakhir Pekan di The Link Dine & Wine

  • Reporter:
  • Jumat, 21 April 2017 | 09:45
  • Dibaca : 485 kali
Berakhir Pekan di The Link Dine & Wine
Suasana di The Link Wine & Dine.

Satu lagi referensi kafe untuk menghabiskan akhir pekan keluarga. The Link Dine & Wine bergaya industrial. Suasananya cozy dan homey. Kafe ini disebut mengadaptasi sejumlah di Jawa.

Kafe di Nagoya Citywalk LG Floor C ini menawarkan konsep woody dan mengangkat gaya industrial. Beberapa interiornya sangat unik. Hampir seluruhnya menggunakan kayu dan didominasi warna cokelat, hitam, dan emas.

“Tiga warna itu menjadi warnanya The Link Dine & Wine,” kata Ellen, Asisten Manajer The Link Dine & Wine, Rabu (12/4). Di kafe ini, keluarga, anak-anak, remaja, dan dewasa dapat menikmati suasana santai. Suasana formal juga bisa didapatkan di kafe ini, seperti untuk pertemuan bisnis atau lainnya.

Ada tiga pilihan suasana di kafe ini: smoking area berada di di bagian luar, ruangan dalam, dan ruangan VIP. Yang paling unik dari kafe ini adalah ruangan penyimpanan anggur. Tempat ini banyak dijadikan spot untuk berfoto para pengunjung. “Banyak yang senang foto di situ, di bagian sudutnya,” kata Ellen sambil menunjukkan tempat itu.

Tema industrial yang diusung jelas terlihat pada ornamen lampu kuning yang cahayanya hangat dengan gaya chandelier yang menarik dan ditutupi cangkang metal.

Ruangan VIP berupa ruangan kaca yang bisa menjadi pilihan tempat nongkrong. Kursi kayu dengan kombinasi metal disuguhkan pada ruangan ini. Hanya saja, di sudut kiri terdapat lemari kayu. Cukup artistik dan menarik. Pada dinding sebelah kiri juga terpasang lima buah kaca berbentuk persegi. Kaca-kaca tersebut diletakkan di setiap sudut dengan kaca besar di tengahnya. Ruangan ini juga favorit pengunjung untuk foto-foto.

Dindingnya dibiarkan unfinished. Dinding atau lantai sebuah bangunan biasanya dibangun dengan material bervariasi dan dilapisi dengan cat atau wallpaper. Bertolak belakang dengan desain umum, desain industrial justru menonjolkan kesan unfinished sebagai ciri khas.

Ada meja unik tempat penyimpanan minuman. “Fungsinya untuk menyimpan minuman. Nanti box-nya diletakkan di dalam meja itu,” katanya.

Kafe yang menampung 170 orang ini setiap menghadirkan hiburan live music. Nama The Link sendiri diambil lantaran sang pemilik senang berinteraksi dengan pengunjung kafenya.

“Inginnya yang datang ke sini bisa nambah link satu sama lain. Makanya dinamakan The Link Dine & Wine,” kata Ellen. Di hari biasa The Link buka pukul 4 sore hingga 1 malam.

Menu Western Jadi Andalan
The Link Dine & Wine mengandalkan menu western sebagai hidangan untuk pengunjung. Tak heran jika banyak turis asing mampir ke tempat ini. Mereka menikmati suasana fine dining yang ditawarkan The Link.

“Kebanyakan turis nyaman dengan konsep fine dining kita. Apalagi dipadukan dengan wine,” kata Ellen, Asisten Manajer The Link Dine & Wine. Meski begitu, Ellen menjamin harga makanan di tempatnya terjangkau. “Kalau bagi saya masih terjangkau kok,” kata Ellen.

Salah satu makanan yang menjadi signature The Link Dine and Wine adalah balsamic honey tenderloin. Selain itu juga tersedia spaghetti vongole. Spageti dipadukan dengan kerang lalah. Cita rasanya asin dan pedas.
Bagi yang tidak suka kerang lalah, ada menu spaghetti aglio lio dengan rasa yang sama namun dipadukan dengan udang.

Sedangkan menu dessert-nya ada s’more cream brulle yang juga favorit pengunjung. Minumannya yang unik untuk anak-anak, salah satunya shierly temple. Minuman dengan soda dan grenadine ini disajikan dalam bentuk menarik sehingga disukai anak-anak.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com