SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Cabai Merah Kerek Inflasi Mei

  • Reporter:
  • Rabu, 12 Juni 2019 | 14:48
  • Dibaca : 112 kali
Cabai Merah Kerek Inflasi Mei
Ilustrasi Foto Teguh Prihatna.

BATAMKOTA – Cabai merah menyumbang inflasi di Kepri pada Mei 2019 bersama kelompok bahan makanan dan transportasi.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Riau (Kepri) pada Mei 2019 mengalami inflasi sebesar 1,01% (month to month), meningkat dibandingkan April 2019 dengan inflasi sebesar 0,18%.

Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri, Fadjar Majardi mengatakan Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok bahan makanan adalah kacang panjang, bayam dan cabai merah. Kacang panjang mengalami inflasi sebesar 34,04% (mtm) dengan andil 0,33% (mtm). “Sedangkan cabai merah mengalami inflasi sebesar 15,70% (mtm) dengan andil 0,30% (mtm),” kata Fadjar, Selasa (11/6).

Kenaikan harga kacang panjang dan bayam diperkirakan penurunan pasokan karena pengaruh curah hujan tinggi, sedangkan kenaikan harga cabai merah dipengaruhi tingginya biaya kargo serta kenaikan harga di sentra penghasil seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kenaikan rata-rata harga cabai merah 23,07% (mtm) pada Mei 2019.

Sedangkan kenaikan harga cabai merah juga terjadi di Sumatera Utara dengan kenaikan sebesar 27,55% (mtm). Dari kelompok transportasi, inflasi disumbang tarif angkutan udara yang mengalami inflasi 4,10% (mtm) dengan andil 0,13%. Dijelaskan Fadjar, kenaikan secara spasial, Batam dan Tanjungpinang mengalami inflasi.

“Batam tercatat mengalami inflasi sebesar 1,03% (mtm) atau 4,23% (yoy), lebih tinggi dibandingkan April 2019 yang mengalami inflasi sebesar 0,18 (mtm) atau 3,28% (yoy),” katanya.

Mencermati perkembangan inflasi terkini, IHK Kepri pada Juni 2019 diperkirakan mengalami inflasi yang lebih rendah. Beberapa faktor yang menekan inflasi antara lain, normalisasi permintaan dan daya beli rumah tangga diperkirakan akan menurunkan harga bahan makanan dan normalisasi tarif angkutan udara.

“Tapi terdapat beberapa potensi yang mendorong peningkatan inflasi seperti biaya kargo yang cukup tinggi akan mendorong harga bahan pangan terutama yang didatangkan dari luar Kepri serta perubahan cuaca yang dapat mengganggu hasil panen,” katanya.

Pengendalian inflasi tahun 2019 tetap difokuskan dengan kebijakan 4K (Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, Komunikasi yang efektif). Melalui langkah-langkah antara lain menjaga kelancaran arus bongkar muat dan distribusi angkutan barang komoditas strategis yang berpotensi menyumbang inflasi pada saat perubahan cuaca.

Kemudian berkoordinasi dan melaksanakan monitoring pasokan serta harga di tingkat distributor untuk mengantisipasi penimbunan serta memastikan harga pangan kembali stabil pasca lebaran. Selain itu juga mengutamakan bongkar muat bahan makanan yang tidak tahan lama dan berkoordinasi dengan maskapai terkait dengan biaya kargo.

“Selain itu juga tetap berkomitmen untuk mendorong secara aktif pemantauan Satgas Pangan yang sudah berjalan baik untuk mengendalikan inflasi bahan makanan pasca lebaran 2019,” katanya.

ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com