SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Cabuli Anak Dibawah Umur, Ad Dilaporkan ke Polisi

Cabuli Anak Dibawah Umur, Ad Dilaporkan ke Polisi
ilustrasi

KARIMUN – Jajaran Kepolisian Sektor Tebing mengamankan seorang pria berinisial Ad (19) pelaku tindak pidana pencabulan dibawah umur bernama Bunga (Samaran).

Penangkapan Ad dilakukan Jajaran Unit Reskrim Polsek Tebing setelah menerima laporan dari orang tua korban, Selasa (21/1/2020) kemarin.

Kapolsek Tebing AKP Fian Agung Wibowo menjelaskan, tindak pencabulan dilakukan Ad berawal ketika kedua orang pasangan itu pergi jalan- jalan ke Coastal Area.

Namun saat berada di Coastal Area keduanya basah akibat hujan. Ad kemudian mengajak korban ke rumahnya di Kelurahan Harjo Sari, Kecamatan Tebing, dengan alasan ingin mengganti baju yang basah.

“Sesampai di rumahnya, Ad melakukan hubungan layaknya suami istri terhadap korban. Ternyata perangkat RT dan warga sekitar yang telah curiga mendatangi rumah Ad,” katanya.

Perbuatan kedua orang itu langsung diketahui oleh perangkat RT. Korban dan pelaku kemudian diminta warga untuk memanggil orangtuanya.

“Kondisi rumah pelaku memang kosong saat itu karena sedang bekerja. Kejadian itu pagi,” katanya.

Tidak senang dengan perbuatan pelaku terhadap anaknya, orang tua korban kemudian mendatangi Polsek Tebing untuk melaporkan apa yang terjadi. Setelah divisum, didapati adanya dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Ad.

“Hari Selasa sore sekira pukul 15.00 WIB Unit Reskrim mendapat informasi dari Pak RT jika tersangka telah diamankan. Kemudian Unit Reskrim menjemput tersangka,” kata Kapolsek Tebing AKP Fian Agung Wibowo, saat eskpos pengungkapan kasus ini di Mapolres Karimun, Kamis (23/1/2020).

Fian menyebutkan, dari hasil interogasi, Ad mengaku telah melakukan persetubuhan dengan korban di umahnya kawasan Kelurahan Harjosari.

Akibat perbuatannya, Ad disangkakan Pasal 81 ayat (2), Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU, UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Terkait setiap orang dengan sengaja melakukan tipu muslihat serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain. Dengan ancaman lima tahun penjara, paling lama 15 tahun,” ujarnya.

(ricky robiansyah)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com