SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

CALEG PDI-P, Kurniawan Sasmita Khudri: Perjuangan untuk Pekerja Rumahan dan Kaum Perempuan

  • Reporter:
  • Jumat, 12 April 2019 | 15:13
  • Dibaca : 213 kali
CALEG PDI-P, Kurniawan Sasmita Khudri: Perjuangan untuk Pekerja Rumahan dan Kaum Perempuan

SINDOBATAM – Bertekad membangun Batam lewat partai politik, Kurniawan Sasmita Khudri memilih PDI Perjuangan. Sejalan soal visi ekonomi kerakyatan.

Kurniawan Sasmita Khudri BS, maju sebagai calon anggota DPRD Kota Batam. Pria 43 tahun ini mendapat nomor urut 7 untuk daerah pemilihan Batam 1 yang meliputi Batamkota-Lubukbaja.

Setelah menjadi daftar calon tetap (DCT) pertengahan tahun lalu, Kurniawan mulai aktif sosialisasi dan kampanye ke calon pemilihnya di sela-sela kesibukan sebagai pengusaha. Dia menerangkan apa saja yang akan dikerjakannya untuk menjawab persoalan publik terutama isu pendidikan yang mencakup peningkatan mutu pendidikan dan memperbaiki nasib guru honor. Sebelum menjadi caleg, Kurniawan juga kerap mengulurkan tangan untuk pemberdayaan dan pembangunan masjid.

Berlatarbelakang pendidikan ekonomi, Kurniawan memberi perhatian untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Menurut pria lulusan keuangan dari Iowa State University Amerika Serikat ini, sektor UKM di banyak negara menjadi tulang punggung ekonomi. UKM, lanjut dia, punya karakter tangguh, mandiri dan selalu bisa bertahan dalam kondisi ekonomi. Kurniawan tergerak ingin membantu UKM di Batam maju dan berkembang, sekaligus visi yang diusung PDI Perjuangan untuk ekonomi kerakyatan.

“Salah satu yang saya ingin saya wujudkan bila terpilih menjadi anggota DPRD adalah menyuarakan aspirasi pelaku UKM di Batam. UKM selama ini selalu bertahan, tangguh, dan mandiri. Majukan mereka, fasilitasi mereka,” ujar  pria tiga anak ini.

Kurniawan selama sosialisasi dirinya menyampaikan tidak ingin pelaku usaha UKM terpinggirkan dan minim mendapat fasilitas dari pemerintah. Di banyak negara, UKM diperkuat karena tangguh dan menjadi tulang punggung ekonomi.

Juga selama mengenalkan diri ke publik, dia menangkap aspirasi kelompok ibu-ibu atau perempuan yang ingin usaha rumahannya berkembang. Perlu dicatat, jumlah UKM di Batam menurut data BPS, sedikitnya ada 7 ribuan. Dia bertekad memperjuangkan kepentingan UKM termasuk bakal memperjuangkan asuransi kesehatan dan tunjangan hari tua bagi mereka di DPRD Batam. 

“Pekerja rumahan atau pengusaha kecil menengah yang banyak digerakkan ibu-ibu atau perempuan jangan terpinggirkan. Keberadaan UKM sangat berarti bagi ekonomi kita. Tak hanya beri kesempatan akses modal, tapi juga akses perlindungan sosial,” ujar pria yang bergelar Sarjana Sains ini.

Soal akses modal, Kurniawan tengah mendalami skema dan payung hukum untuk pekerja rumahan yang bisa saja disalurkan dengan dana aspirasi. Dana itu jika diperbolehkan, bisa dimanfaatkan untuk menambah modal usaha pekerja rumahan terutama ibu-ibu. Memang ada dana kredit usaha rakyat (KUR) dari perbankan atau juga Dana Bergulir dari Pemda. Hanya saja, Kurniawan melihat pengajuannya sulit di samping rekam jejak modal pinjaman menghadapi kredit macet.

Akses tambahan modal ini menjadi salah satu isu yang dibutuhkan pekerja rumahan di samping pelatihan strategi bisnis. Kurniawan mendengar aspirasi itu dari industri rumahan yang banyak dikelola kaum perempuan di Batam. Kurniawan berjanji memperjuangkan aspirasi itu di kursi DPRD Batam.

“Selain pelatihan strategi bisnis, UKM atau industri rumahan yang digerakkan ibu-ibu di rumahnya butuh modal tambahan. Karena saat secara makro sudah terasa sesak, sektor mikro harus kuat sebagai pondasi ekonomi kita. Tulang punggung ekonomi harus menyasar UKM, ekonomi kerakyatan,” papar dia. chandra gunawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com