SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Delapan Jam Terombang-ambing di Laut

Delapan Jam Terombang-ambing di Laut
Penyelamatan enam kru KM Putra Sulung. /ist

BINTAN TIMUR – Enam kru KM Putra Sulung yang tenggelam di Perairan Mapur, Bintan, Senin (18/12/2017) pukul 01.00 dini hari, berhasil diselematkan nelayan Pulau Numbing dibantu tim SAR gabungan. Keenam kru KM Putra Sulung, yakni Antonius (63) nakhoda dan lima ABK, yakni Rio Astar (18), Cely (33), Erwan (46), Endes (21), dan Muhammad Aziz (21).

Nakhoda Antonius menceritakan, KM Putra Sulung tenggelam disebabkan cuaca buruk di Perairan Mapur, Bintan saat kapal berlayar dari Pulau Tarempa, Kepulauan Anambas menuju Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang membawa muatan ikan dan pisang. “Kapal kami bocor dan kemasukan air. Mesin pompa tidak berfungsi, hingga air masuk makin banyak. Gelombang mencapai ketinggian empat meter dan angin kencang menyebabkan kapal terhempas,” kata Antonius, setiba di Pelabuhan Sribayintan Kijang, kemarin.

Dia mengatakan, tidak satu pun barang dapat diselamatkan dari kejadian tersebut. Kru kamap hanya berfikir bagaimanan bisa bertahan hidup di tengah laut bermodalkan bekas pecahan dinding fiber yang tersisa. “Kami selamat dibantu nelayan setempat pukul 9 pagi dan nelayan langusng menghubungi petugas laut, Tim Sar, Pol Air, dan Pos AL dam KSOP KIjang,” ujar Antonius.

Astar (18), ABK KM Putra Sulung mengatakan, saat kapal dihantam gelombang dan tenggelam, para kru kapal pasrah. Sebagain kru tidak mengira bakal selamat dari peritiwa tersebut. “Baru kali ini menjalani peristiwa, sejak setahun melaut. Saya pasrah apa yang akan terjadi, karena suasana gelap, ombak sangat tinggi dan angin kencang. Kami terombang-ambing berjam jam di tas papan viber, sampai ditemukan nelayan,” kata Astra.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com