SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ditreskrimum Polda Kepri Ungkap Investasi Bodong Senilai Hampir Rp 13 Miliar

  • Reporter:
  • Kamis, 23 Juli 2020 | 10:26
  • Dibaca : 172 kali
Ditreskrimum Polda Kepri Ungkap Investasi Bodong Senilai Hampir Rp 13 Miliar
Caption Foto : Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno dan Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid saat Konferensi Pers yang digelar pada Rabu (22/7/20) sore di Polda Kepri./dicky sigit rakasiwi

BATAM – Ditreskrimum Polda Kepri berhasil mengungkap kasus investasi bodong dengan jumlah kerugian dari korban – korbannya sebesar Rp 12,9 Miliar. Tersangka inisial V alias K diamankan ditempat perlarian di Helios Kost Jalan Krida 18 Malalayang, Manado, Sulawesi Utara.

Tersangka melarikan diri setelah melakukan penipuan dan penggelapan yang merugikan korban-korbannya tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno dan Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid saat Konferensi Pers yang digelar pada Rabu (22/7/20) sore di Polda Kepri.

“Berdasarkan dari Laporan Polisi nomor : LP-B/65/VI/2020/Spkt-Kepri, tanggal 26 Juni 2020, dengan Tersangka inisial V alias K yang pada saat melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan bekerja sebagai Kasir disalah satu Money Change di daerah Nagoya, Kota Batam. Ketika perbuatan nya sudah mulai dicurigai oleh korban-korbannya, V alias K melarikan diri dan meninggalkan Kota Batam serta menjual rumahnya yang berada di Batam sehingga tidak bisa dihubungi lagi serta tidak diketahui lagi keberadaannya,” ujarnya.

Dijelaskannya bahwa Tim Ditreskrimum Polda Kepri berhasil melacak keberadaan tersangka dan pada Senin (13/7/20) tersangka berhasil diamankan di Helios Kost Jalan Krida 18 Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan di polres Manado, Sulawesi Utara. Pada Sabtu (18/7/20) tersangka dibawa ke Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil pemeriksaan terhadap tersangka diperoleh keterangan bahwa ada kurang lebih 11 orang yang menjadi korban dimana salah satunya merupakan Warga Negara Malaysia yang telah menjadi korban investasi bodong atau fiktif tersebut, dengan total uang yang telah diterima tersangka selama menjalankan aksinya sekitar Rp 12,9 Miliar,” ujarnya.

Sementara itu Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid menjelaskan, modus operandi yang dilakukan oleh tersangka adalah dengan cara membujuk korban nya untuk melakukan Investasi penukaran pecahan uang $ 50,- (lima puluh dolar singapura) ditukar dengan uang pecahan $ 1.000,- (seribu dolar singapura), yang mana nantinya akan ada agen atau pembeli untuk pecahan uang $ 1.000,- (seribu dolar singapura) tersebut dengan mengimingi korban akan mendapat keuntungan dalam setiap 1 (satu) lembar pecahan $ 1.000,- (seribu dolar singapura) berupa point sebanyak 20 point atau sebesar Rp. 20.000,-.

“Jumlah itu akan dibayarkan setiap harinya kecuali hari minggu kepada para korban,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa tersangka berinisial V alias K, jenis kelamin Laki-Laki, Agama Budha, Alamat di Komplek Indah Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam dan barang bukti yang diamanakan adalah beberapa unit Handphone, buku tabungan, kwitansi, uang tunai Rp. 13.000.000,- dan Rekening Koran atas nama tersangka. Atas perbuatan nya tersangka dikenakan Pasal 378 dan atau pasal 372 jo pasal 64 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

“Kami pada kesempatan ini menghimbau kepada korban lainnya untuk bersedia menyampaikan Laporan Pengaduan ke Polda Kepri, saat ini korban yang telah melapor sebanyak dua orang. Kami sampaikan kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan iming-iming investasi fiktif yang jelas tidak logis,” tutupnya.

dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com