SINDOBatam

Terbaru Metro+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Empat Perompak Beraksi di Kapal MT Horizon Maru, Kru Kapal Kena Sabetan Parang

  • Reporter:
  • Rabu, 22 Januari 2020 | 11:06
  • Dibaca : 125 kali
Empat Perompak Beraksi di Kapal MT Horizon Maru, Kru Kapal Kena Sabetan Parang
Kapal tanker MT Horizon Maru lego jangkar di perairan Kabil, Selasa (21/1).

NONGSA – Aksi perompakan kapal terjadi di perairan Kabil, Selasa (21/1) sekira pukul 04.25. Empat pelaku menyatroni kapal tanker MT Horizon Maru yang tengah lego jangkar. Sejumlah kru kapal terluka dalam aksi perompakan.

Informasi yang dihimpun KORAN SINDO BATAM, kapal berbendera Indonesia ini sedang menunggu antrean sandar untuk bongkar muat di Pelabuhan CPO Kabil. Kasus perampokan bukan pertama kali dialami kapal dengan nomor IMO 904801700. Sebelumnya, MT Horizon Maru pernah dirompak di sekitar Racon Delta West OPL (Out-Port Limit ) saat berlayar dari Belawan menuju Pelabuhan CPO Kabil, pada 9 Oktober 2014 silam.

Aksi perompakan kali ini berhasil digagalkan kru kapal dan bantuan Kapal Polisi (KP) Baladewa–8002 Korpolairud Baharkam Polri yang sedang melaksanakan tugas di wilayah perairan Kepri dan Kalimantan Barat. Satu pelaku ditangkap, dan tiga pelaku lainnya melarikan diri. Saat beraksi dua pelaku naik ke atas kapal dan dua lainnya menunggu di speedboat.

Direktur Polairud Polda Kepri Kombes Pol Alex Fauzi Rasad mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan kru kapal. Peristiwa ini diketahui setelah MT Horizon Maru memancarkan sinyal darurat di channel (Ch) 16 untuk seluruh kapal yang berada di Kabil. KP Baladewa–8002 yang mengetahui itu langsung bergerak menggunakan ship tender menuju lokasi perampokan.

“Saat tiba di lokasi personel KP Baladewa–8002 langsung mengamankan pelaku dan barang bukti,” ujarnya.

Pelaku yang ditangkap diketahui bernama Ilwan. Sedangkan tiga rekannya yang berhasil kabur berinisial Si, Ma dan Ri. Keempat pelaku merupakan warga Batam, dan tinggal di kawasan Bengkong dan Batuaji. Saat beraksi, pelaku menggunakan senjata tajam (sajam). Bahkan saat ditangkap, pelaku Iwan sempat melukai seorang kru kapal yang memergoki perampokan ini. Kru kapal tersebut mengalami luka sabetan parang di wajahnya.

“Jadi sempat terjadi perlawanan, ABK bahkan sampai mengalami luka di bagian wajah. Saat ini tim masih memburu pelaku lainnya,” kata Alex.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dalam perompakan kapal ini, yakni sebuah karung berisikan 6 buah spindle exhaust valve, 3 buah setting exhaust valve, 1 buah cover lo cooler, 1 buah nozzle las, 1 buah tali buat memanjat kapal, 1 buah sarung pisau. Dimana kerugian materil yaitu 2 set alat pancing dan 2 ekor burung murai batu.

Kasus Perompakan Kedua

Kasus perompakan kapal MT Horison Maru ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, Kapal MT Horison Maru yang berlayar dari Belawan menuju Pelabuhan CPO Kabil, Batam dirompak tujuh orang bersenjata api dan senjata tajam.

Kapal MT Horison Maru yang membawa muatan ecorol 26 (muatan kimia kelas 3) 980 metrik ton serta 12 orang ABK dirompak di sekitar Racon Delta West OPL pada posisi 01 02 355 U-103 38 400 T Perairan Batam dengan menggunakan speed boat, Kamis 9 Oktober 2014 silam.

Perompak memasuki ruang kapal pertama kali dari lambung kiri anjungan lalu menodongkan senjata pada Mualim 1 dan A/B jaga yang sedang dinas jaga.

Selanjutnya perompak memasuki kabin-kabin kru kapal dengann menodongkan senjata tajam dan senpi lalu mengikat tangan dan mengumpulkan semua kru di anjungan dengan posisi tiarap dan tangan diikat kuat.

“Kecepatan kapal oleh instruksi perompak supaya diturunkan. Perompak dengan leluasa menjarah barang berharga milik semua kru, beberapa uang, HP, Jam tangan, infentaris kapal, serta dokumen kru,” kata sumber di Pangkalan TNI AL, Selasa 4 Oktober 2014.

Sebelum perompak ini turun, mereka memutuskan kabel perangkat VHF radio dan membawa binocular serta modem kapal untu mencegah pihak kru menghubungi kapal lain atau stasiun pantai terdekat.

Dia menuturkan, perompak turun dari kapal sekitar pukul 04.30 WIB dengan membawa barang jarahan dan membawa uang tunai Rp50 juta dan barang berharga lain senilai Rp70 juta serta dokumen kru kapal.

Informasinya kapal berbendera asing ini sudah bertolak ke Pulau Jawa. Para pelaku perampokan dikabarkan sering beraksi di Perairan Kabil, Nongsa. “Mereka sudah TO (Target Operasi), yang masih diburu,” ujarnya. dicky sigit rakasiwi/hendra zaimi/sindonews

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com