SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Festival Tari Bintan Angkat Tradisi Lokal

  • Reporter:
  • Senin, 20 Maret 2017 | 12:01
  • Dibaca : 653 kali
Festival Tari Bintan Angkat Tradisi Lokal
Penampilan sanggar tari Tuah Pusaka.

Sanggar Tari Tuah Pusaka Wakili ke Provinsi

Lima penari perempuan berbaju biru memasuki panggung, di atas kepala mereka memanggul bakul berisi nasi pulut kunyit (beras ketan kuning), di atas nasi pulut ada beberapa butir telur rebus.

Penampilan penari perempuan diikuti lima penari laki-laki memanggul kayu tiruan (artifisial) perahu cadik beratap daun nyiur/kelapa, di depannya ditutup kain berwarna kuning. Perahu cadik adalah perahu khas suku laut, atau disebut orang laut sebutan orang Melayu Bintan.

Satu penari lelaki yang memerankan sebagai kepala suku laut membaca mantra-mantra doa permintaan, doa pengharapan kepada sang pencipta, dalam adat Melayu disebut ‘bertabik’.

Tujuan bertabik ini agar perahu cadik yang baru saja selesai dibuat mendatangkan rezeki dengan mendapatkan ikan yang banyak selama melaut. Anak, istri, kakek nenek, dan warga satu kampung yang semuanya hidup di laut, lahir, kawin, diatas kapal cadik mendapatkan keselamatan.

Sambil terus membaca mantra, kepala suku menebar beras kunyit ke laut, ke arah empat penjuru mata angin, utara, selatan, barat, timur. Agar perahu cadik yang akan dipakai untuk mencari ikan terhindar dari mara bahaya yang datang dari segala penjuru mata angin.

Di belakang kepala suku laut, lima penari perempuan membuang (melarungkan) nasi pulut kuning dan telur dipanggul di atas kepala ke laut. Nasi pulut kuning dan telur ini sebagai sedekah (hadiah) kepada makhluk-makhluk di laut, agar alam dan seisinya bersahabat dengan mereka, suku laut.

Itulah penampilan tarian yang indah dari sanggar tari Tuah Pusaka, dengan penata tari Arwiyanto, penata rias Robi, penata musik Oka, pendiri Musaffa Abbas, perwakilan Kecamatan Bintan Timur A, keluar sebagai juara Festival Tari Bintan 2017 di lapangan Relief Antam, Kijang, Bintan Timur, Sabtu (18/3).

Sanggar tari Tuah Pusaka berhak hadiah Rp14 juta, piagam dan piala, serta berhak mewakili Bintan ke Festival Tari Provinsi Kepri yang akan digelar Mei nanti.

Apabila pada Festival Tari Kepri keluar sebagai juara, maka akan mewakili Kepri ke Festival Tari Nasional di Jakarta pada Oktober mendatang.

Dewan juri dipimpin Said Parman mengatakan, tradisi melarung sesuatu di laut oleh suku laut merupakan tradisi relijius dan sakral. Dengan khas mantranya, jampi-jampi mampu dieksplorasi secara maksimal. Didukung penata musik dan penata rias mampu menggambarkan kehidupan tradisional, etnik yang menurutnya bisa membawa Bintan ke kancah nasional, dengan mengedepankan keunikan suku laut.

“Di kancah festival tari nasional itu harus mampu mengangkat taridisi lokal, karena festival tari nasional lebih mengangkat tema khas kesukuan daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Persaingannya dari 34 provinsi,” kata Said.

Juri lainnya, Tengku Fahmi mengatakan, musik yang diangkat harus berkolaborasi dengan gerak penari dan mantra-mantra yang dibacakan kepala suku laut. Boleh saja mengedepankan musik accordion, gendang, maupun biola, namun harus dalam bingkai dan kerangka nuansa Melayu tradisional. Kalau perlu menggambarkan musik dan keadaan Melayu jaman dahulu.

Juri penata rias Lenni Hervia mengatakan, pakaian pakaian dan aksesoris penari harus menyesuaikan tema. Sebaiknya pakaian penari suku laut dengan pakaian menyerupai suku laut.

Bupati Bintan Apri Sujadi, mengatakan, melalui festival tari turut memajukan generasi muda untuk mencintai kebudayaan daerah. Juga membekali generasi muda untuk berkreatifitas.

Dia mencontohkan, di kota-kota besar, di mana banyaknya persoalan generasi muda seperti tawuran antar pelajar, narkoba serta pergaulan bebas. Maka melalui ajang festival tari didorong pengelola sanggar dan pecinta seni untuk lebih melibatkan generasi muda dengan dibekali kreativitas seni dan pengetahuan budaya.

“Festival tari salah satu upaya meningkatkan dan mengembangkan seni tradisional Melayu di kancah lokal, nasional, dan internasional,” kata Apri.

Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Makhfur Zurachman, menyatakan, kegiatan ini selain ajang pentas seni sekaligus bertujuan memberikan motivasi bagi pengelola sanggar seni sekaligus silaturahmi antar sanggar sehingga nantinya diharapkan bisa bertukar informasi kebudayaan.*

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com