SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gandeng Koperasi Petani Ramaikan Pasar Rakyat

  • Reporter:
  • Senin, 20 Agustus 2018 | 13:49
  • Dibaca : 210 kali
Gandeng Koperasi Petani Ramaikan Pasar Rakyat
ilustrasi.

BATAM KOTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menggandeng koperasi tani dan Bulog untuk mengaktifkan kembali pasar rakyat yang sepi karena ditinggal pembeli. Salah satunya Pasar Seroja di Kecamatan Sagulung.

“Komoditi yang dijual ada beras, gula, tepung, telur, sayuran, cabai, bawang, daging,” kata Kepala Disperindag Batam, Zarefriadi, kemarin.

Komoditi di pasar ini, sambungnya, dijual dengan harga distributor. Artinya lebih murah lebih dari harga pedagang umumnya. “Untuk Pasar Bulog ini satu kali seminggu. Nanti dievaluasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis mengatakan, untuk komoditas yang dijual koperasi petani penjualannya dilakukan setiap hari, tak hanya seminggu sekali.

“Kami minta satu kios untuk Koperasi Petani di Pasar Dapur 12 (Seroja), Tiban Lama, dan Nongsa. Untuk menampung komoditi hasil tani di Batam. Kalau kurang baru ambil dari luar,” katanya.

Sedangkan untuk Nongsa, pihaknya belum buka setiap hari karena masih terbatasnya pasokan yang dimiliki Koperasi Petani. Bahan pangan yang disediakan Koperasi Petani antara lain sayur, cabai, telur. Dan ke depannya koperasi petani mitra DKPP ini juga berencana menjual ayam.

“Alhamdulillah tadi (kemarin) habis. Telur tak ada sisa. Karena kami jual Rp40.000 per papan. Di pasar masih Rp42-43 ribu,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, Koperasi Petani juga akan memasukkan barang dari Sumatera Barat. Sebagai tindak lanjut kerjasama antara Pemko Batam dan Pemprov Sumbar, beberapa waktu lalu.

“Dari Padang habis 17 Agustus dikirim barangnya. Sekarang masih barang lokal dulu. Sayur kami belum ada produksi, telur distributor, bawang merah distributor. Koperasi Petani itu pengecer juga, kalau sudah besar bisa jadi distributor juga,” katanya.

Mardanis menambahkan, ikut sertanya Koperasi Petani ini menjual produk pangan adalah untuk membantu masyarakat dengan menjual di harga distributor, sehingga pasar tahu harga standar tiap produk.

“Jangan bawang putih modal sekian, jual untungnya sampai puluhan ribu. Kami cuma untung berapa ribu. Garam juga, jual Rp2.000 masih hidup, ini dijual Rp3.500. Niatnya membantu masyarakat saja,” ujarnya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com