SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Gelombang Tinggi, Hati-hati Melaut

  • Reporter:
  • Jumat, 4 Januari 2019 | 09:09
  • Dibaca : 224 kali
Gelombang Tinggi, Hati-hati Melaut
Ilustrasi foto AGUNG DEDI LAZUARDI

PINANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang meminta masyarakat mewaspadai gelombang tinggi. Terutama kepada para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut agar berhati-hati saat berlayar.

Kepala BMKG Tanjungpinang Dira Utama mengatakan, prakiraan cuaca Tanjungpinang dan Bintan dengan arah angin dari Barat-Utara dengan kecepatan angin 05-30 kilometer per jam, suhu 24-32°C, kelembapan udara 65-95 persen. Ketinggian gelombang signifikan Perairan Tanjungpinang, Batam dan Karimun mencapai 0,2-1,0 meter (m), Bintan dan Lingga menccapai 0,5-2,0 m, sedangkan Perairan Anambas dan Natuna 2,0-6,0 m.

“Peringatan dini waspadai potensi angin kencang di wilayah Tanjungpinang dan Bintan. Waspadai potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang secara tiba-tiba apabila ditemui awan hitam pekat atau awan cumulonimbus,” kata Dira, Kamis (3/1).

Dia menyampaikan, waspadai ketinggian gelombang maksimum terutama di wilayah utara Kepulauan Anambas dan Natuna dapat mencapai 4,0-6,0 meter serta di perairan timur Bintan, Lingga hingga Tambelan yang dapat mencapai 2,0-2,5 meter. “Gelombang tinggi terdapat di wilayah Anambas dan Natuna, begitu juga di Bintan dan Lingga,” kata dia.

Dengan kondisi itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat Kepri supaya berhati-hati dalam perjalanan, perhatikan/lengkapi alat-alat keselamatan, pergunakan sebagaimana mestinya, pantau terus informasi resmi dari BMKG dan otoritas pelabuhan setempat. Ia meminta warga agar tidak mudah terpancing isu-isu/berita hoaks yang tidak bertanggung jawab dan tetatp menjaga kondisi badan supaya tetap sehat dalam perjalanan.

“Waspada terhadap fenomena cuaca yang mudah berubah, semisal apabila terbentuk awan cumulonimbus agar dijauhi sebab apabila terbentuk di darat bisa menyebabkan puting beliung, hujan lebat, angin kencang dan petir. Apabila terbentuk di laut maka bisa menyebabkan waterspout (puting beliung), angin kencang dan gelombang tinggi secara tiba-tiba,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Keselamatan dan Pelayaran Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Tanjungpinang Almin M menyampaikan, karena kondisi gelombang tinggi, dua keberangkatan kapal dari Pelabuhan Jago Dabo Lingga tujuan Tanjungpinang tertunda. Penundaan keberangkatan kapal yakni dialmai Kapal Super Jet 7 dan Lintas Kepri.

“Kita tadi diinformasikan ada penundaan kapal selama dua jam karena ombak tinggi. Seharusnya berangkat pukul 07.00 jadi berangkat pukul 09.00,” kata Alimin.

Dia menuturkan, untuk keberangkatan kapal dari Tanjungpinang ke Jago Dabo tidak ada penundaan, sebab arah gelombang tidak melawan kapal. Selanjutnya, pelayaran kapal tujuan Batam tidak ada masalah. “Yang jelas kalau tidak layak berangkat kita tahan dulu. Kita mengutamakan keselamatan, itu yang paling penting,” ujarnya.

Sementara itu, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri memerintahkan seluruh Kapolres di wilayah hukum Polda Kepri untuk memberikan informasi terkait kondisi cuaca di wilayahnya masing-masing kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir bahkan mencegah terjadinya laka laut yang disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Seluruh Kapolres wajib hukumnya, berarti harus menyampaikan pesan Kamtibmas terhadap situasi cuaca di wilayahnya masing-masing setiap harinya,” ujarnya, Kamis (3/1).

Menurutnya, selain menyampaikan informasi perkembangan cuaca, para Kapolres jajaran Polda Kepri juga diminta untuk mengingatkan masyarakat terkait keselamatan saat akan melaut.

“Jangan lupa masyarakat diingatkan untuk memakai life jacket, informasikan kepada nelayan kondisi di laut kalau kondisi cuaca buruk untuk tidak melaut,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memaksakan kehendak untuk bepergian menggunakan kapal jika cuaca buruk yang bisa mengancam keselamatan. “Nelayan atau pengguna moda transportasi laut agar selalu membawa life jacket,” tutupnya.

m bunga ashab/dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com