SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

IHK Kepri Mengalami Deflasi

  • Reporter:
  • Senin, 10 September 2018 | 11:11
  • Dibaca : 273 kali
IHK Kepri Mengalami Deflasi
Pedagang sayur di TOS 3000 Batam. /TEGUH PRIHATNA

BATAM – Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepulauan Riau (Kepri) pada Agustus 2018 mengalami deflasi sebesar 0,53% persen (mtm). Angka itu lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 0,27% (mtm) serta lebih rendah dari IHK nasional yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,05% (mtm).

Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, secara tahunan, inflasi IHK Kepri Agustus 2018 tercatat sebesar 3,79% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi Juli 2018 sebesar 4,38% (yoy). Namun lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,20% (yoy).

“Dengan perkembangan tersebut, hingga Agustus 2018, inflasi Kepri telah mencapai 1,80% (ytd),” kata Gusti, Sabtu (8/9).

Secara spasial, deflasi Kepri didorong oleh Batam yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,66% (mtm). Bersumber dari penurunan harga pada kelompok bahan makanan terutama komoditas bayam, kangkung dan cabai merah serta pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan dengan komoditas utama penyumbang deflasi adalah tarif angkutan udara.

Sedangkan untuk Tanjungpinang mengalami inflasi 0,23% (mtm) didorong oleh peningkatan harga pada kelompok bahan makanan dengan komoditas utama penyumbang inflasi adalah ikan selar dan daging ayam ras. Lebih rendah dibandingkan inflasi Juli 2018 sebesar 0,45% (mtm), namun lebih tinggi dibandingkan rata-rata historisnya 3 (tiga) tahun terakhir yaitu deflasi 0,02% (mtm).

“Deflasi Kepri juga bersumber dari penurunan harga pada kelompok bahan makanan dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan,” katanya.

Gusti menjelaskan berdasarkan kelompok pengeluaran, didorong oleh penurunan harga pada kelompok bahan makanan dengan deflasi sebesar 1,94% (mtm) dan andil -0,44% (mtm). Komoditas utama penyumbang deflasi pada kelompok bahan makanan adalah komoditas bayam, kangkung dan cabai merah. Penurunan harga komoditas bayam dan kangkung ini seiring dengan upaya pemenuhan pasokan sayuran untuk memenuhi permintaan di Kepri.

Penurunan harga cabai merah didorong oleh ketersediaan stok cabai merah yang cukup. Berdasarkan hasil pantauan harga pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga cabai merah di Sumatera Barat sebagai salah satu sentra pemasok cabai merah ke Kepri pada Agustus mengalami penurunan sebesar 2,22%. Selama Agustus stok komoditas cabai merah pada daerah sentra penghasil juga terpantau melimpah sehingga aliran pasokan ke Kepri dapat terjaga.

“Untuk kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan juga mengalami deflasi. Terutama bersumber dari penurunan tarif angkutan udara pasca perayaan hari raya Idul Fitri serta telah berakhirnya musim liburan sekolah,” jelasnya.

Sementara untuk IHK pada September 2018 diperkirakan akan mengalami inflasi. Beberapa potensi risiko pendorong inflasi di Kepri antara lain curah hujan yang tinggi menjelang akhir tahun. Sehimhha diperkirakan dapat mempengaruhi produksi komoditas pertanian seperti bayam, kangkung dan kacang panjang.

Kemudian gelombang laut yang tinggi menjelang akhir tahun diperkirakan dapat mengakibatkan terbatasnya aktivitas nelayan sehingga pasokan ikan segar diperkirakan menurun. Selain itu juga keterbatasan pasokan daging ayam ras diperkirakan masih akan berlanjut sehingga harga diperkirakan masih akan tinggi.

“Ada juga potensi kenaikan harga beras akibat peningkatan harga gabah di tingkat petani nasional yang meningkat sebesar 3,05% (mtm) pada Agustus 2018,” katanya.

Selain itu juga potensi kenaikan harga cabai merah karena penurunan pasokan seiring berakhirnya masa panen dimana berdasarkan pola historis inflasi komoditas menunjukkan tren meningkat pada September hingga akhir tahun. Kemudian wacana kenaikan tarif batas bawah angkutan udara oleh Pemerintah yang dapat memicu inflasi angkutan udara.

“Namun TPID sudah melakukan sejumlah langkah untuk untuk mitigasi risiko inflasi terutama menjelang akhir tahun. Di antaranya seperti mengintensifkan Kerja sama antardaerah, menjaga kelancaran arus bongkar muat dan distribusi angkutan, serta beberapa langkah lainnya,” jelasnya.

ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com